Kapal wisata paksa angkat sauh, terumbu karang Raja Ampat rusak

Tim peneliti mendata kerusakan terumbu karang yang disebabkan kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (4/3). Setidaknya delapan genus terumbu karang berusia ratusan tahun rusak.
Tim peneliti mendata kerusakan terumbu karang yang disebabkan kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (4/3). Setidaknya delapan genus terumbu karang berusia ratusan tahun rusak. | Pemda Kabupaten Raja Ampat /ANTARA

Kandasnya kapal pesiar Caledonian Sky di perairan Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (6/3) menyisakan masalah panjang.

Karena kapal memaksa angkat sauh saat air belum pasang, kapal sepanjang 90 meter itu menabrak terumbu karang di Raja Ampat.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Kelautan Pasifik, Universitas Papua Ricardo Tapilatu, kapal itu memaksa angkat sauh padahal air belum pasang.

Mereka bahkan sampai mengerahkan kapal tunda dari Sorong, untuk membuat kapal itu sukses angkat sauh. "Harusnya mereka menunggu air pasang," kata Tapilatu, seperti dikutip dari Guardian.

Akibatnya, kapal seberat 4.290 ton yang membawa 102 penumpang dan 79 awak ini menabrak terumbu karang. Padahal, kapal sudah dilengkapi dengan radar dan perangkat global positiong system.

Hingga kini, terumbu karang yang rusak diketahui mencapai sekitar 1.600 meter persegi. Pemerintah tak terima dengan rusaknya kekayaan alam ini.

"Terumbu karang di sana merupakan salah satu terumbu karang yang baik dan langka. Karena itu, pemerintah melakukan investigasi," kata Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan seperti dinukil dari Setkab.go.id.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menekankan, bahwa fokus pemerintah adalah pada penggantian kerusakan lingkungan dan aspek hukumnya.

"Jadi sekarang sedang dipetakan," kata Siti Nurbaya. Menurut Siti, sejak Sabtu (11/3), tim investigasi sudah turun ke lapangan.

Tapilatu yang juga bagian dari tim investigasi menyatakan, kapal itu membuat habitat struktural ekosistem hancur. Setidaknya, delapan jenis karang rusak

"Kami sedang menyelesaikan laporan dan akan menyerahkan rekomendasi kami ke kabupaten minggu depan," ujarnya.

Kerugian rusaknya terumbu karang ini mencapai miliaran rupiah. Tim investigasi akan merekomendasikan kompensasi rusaknya terumbu karang itu sebesar US$8001.200 per meter persegi.

Lebih tinggi dari nilai standar biaya pemulihan, sebesar US$200-400 per meter persegi. Jika ditotal, maka kompensasinya mencapai US$1,28 juta-1,92 juta, atau sekitar Rp17 miliar-25 miliar.

"Jika pemilik kapal tidak sepakat, maka pemerintah bisa membawa masalah ini ke pengadilan," kata Tapilatu.

Tapilatu menyebut, uang itu akan digunakan untuk menghidupkan kembali karang yang diperkirakan memakan waktu sepuluh tahun.

Tapi, kapal itu terlanjur keluar dari Indonesia. Kini, diketahui kapal itu sedang berada di Filipina. Tapi Menteri Siti memastikan, pemerintah akan tetap mengejar kapal tersebut.

Perusahaan yang mengelola kapal itu berjanji akan mengganti kerugian.

"Pihak kapal telah mengakui kelalaiannya dan berjanji akan mengganti segala kerusakan yang ditimbulkan akibat kandasnya kapal MV Caledonian Sky," ujar Kepala Bagian Organisasi dan Hubungan Masyarakat Lollan Panjaitan, seperti dipetik dari detik.com.

Lollan mengatakan, pihak kapal telah menunjuk GA Insurance sebagai lembaga asuransi untuk memproses dan mengganti kerugian.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR