GEGER HOAKS

Kartun: Bedah plastik Bu Ratna bermuara hukuman

Vonis dua tahun untuk Ratna Sarumpaet karena bikin berita bohong dan meletikkan keonaran. Bermula dari malu akan hasil bedah plastik si nenek.
Vonis dua tahun untuk Ratna Sarumpaet karena bikin berita bohong dan meletikkan keonaran. Bermula dari malu akan hasil bedah plastik si nenek. | Salni Setyadi /Beritagar.id

PLASTIK | Pengadilan Jakarta Selatan kemarin (11/7/2019) memvonis artis dan aktivis Ratna Sarumpaet dua tahun penjara karena terbukti menyebarkan kabar bohong yang bikin onar. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa enam tahun bui.

Ratna, yang Selasa depan (16 Juli) genap 70 tahun, didakwa menyebarkan kabar dusta bahwa dirinya dianiaya. Padahal lebam di wajah itu karena operasi plastik untuk tujuan kosmetis: menjadi cantik. Mulanya dia membohongi keluarga, tapi kemudian melebar membohongi khalayak.

Onar itu fakta atau persepsi?

Ratna dan pengacaranya belum memutuskan menerima atau akan banding. Namun Ratna merasa tak ada keadilan: didakwa mengakibatkan keonaran. Bedah plastik dan berbohong adalah fakta. Korban dusta dan saksi serta bukti pun ada.

Akan tetapi soal keonaran memang bisa menjadi debat semantik di mahkamah. Itu wilayah tafsir terhadap latar peristiwa ataukah fakta. Kasus Ratna meledak saat persaingan capres sudah memanas, September 2018.

Golongan sehaluan Ratna sempat menganggap penganiayaan itu faktual, lalu mereka menguarkan insinuasi hal itu dilakukan lawan — siapa lagi kalau bukan orang-orangnya capres inkumben.

Taruh kata keonaran adalah sesuatu yang belum terjadi, namun dicemaskan aparat negara, maka setiap pencegahan pasti rawan gugat: apa benar sudah terbukti onar? Hal itu berlaku dalam urusan apa pun.

Di sisi lain, jika keonaran kadung terjadi, padahal sudah diduga namun penanganannya telat, juga muncul gugatan kenapa tak ada pencegahan.

Rasa malu dan korban

Ketika malu atas hasil bedah plastik menggerakkan dusta melebihi batas domestik, urusannya menjadi politis.

Pihak yang sebelumnya reaktif lalu menebar lontaran yang mengarah ke lawan politik pun bisa menyebut diri korban. Ya, korban yang menyerang sesama korban. Dengan ucapan dan tulisan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR