Kasasi Jessica akan diurus hakim algojo

Terdakwa kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso mengikuti sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (5/10/2016).
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso mengikuti sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (5/10/2016). | Wahyu Putro A /ANTARAFOTO

Jessica Kumala Wongso masih mencoba berbagai cara untuk bisa menghirup udara bebas. April 2017, melalui kuasa hukumnya, Otto Hasibuan, Jessica mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Selang satu bulan setelah pendaftaran kasasinya diterima, Mahkamah Agung akhirnya menunjuk hakim agung yang akan menangani kasus terpidana pembunuhan berencana atas Wayan Mirna Salihin ini.

Berdasarkan halaman resmi situs Mahkamah Agung, hakim agung yang ditunjuk antara lain Salman Luthan, Sumardijatmo, dan Artidjo Alkostar. Posisi hakim ketua akan ditempati oleh Artidjo Alkostar. Sementara untuk panitera pengganti yang ditunjuk adalah Murganda Sitompul.

Perkara ini terdaftar dengan nomor 498 K/PID/2017 melalui pengadilan yang mengajukan Jakarta Pusat.

Nama-nama hakim agung yang akan mengadili kasasi Jessica memang tidak main-main. Ketiganya memiliki catatan panjang atas tambahan masa tahanan atas pengajuan kasasi oleh sejumlah nama.

Salman Luthan tercatat hakim agung yang pernah berbeda pendapat dengan hakim agung lain dalam kasus yang menjerat Prita Mulyasari. Saat itu, Salman menyatakan bahwa Prita tidak bersalah sementara dua hakim lainnya menyatakan Prita bersalah.

Salman juga tercatat beberapa kali menangani kasus korupsi.

Terakhir, Salman menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Handoko Lie dan menjatuhkan uang pengganti Rp185 miliar dalam kasus korupsi alih fungsi lahan PT KAI di Medan. Adapun mantan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap juga dihukum 10 tahun penjara dalam kasus serupa.

Hakim selanjutnya adalah Sumardijatmo. Nama Sumardjiatmo dikenal publik saat mengadili Sumanto, terpidana kasus kanibalisme, di Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga medio 2000-an dengan hukuman lima tahun penjara.

Sementara di susunan majelis hakim yang akan mengadili Jessica, Sumardjiatmo merupakan hakim agung paling muda yang dilantik jadi hakim agung sejak tahun 2013.

Nama hakim terakhir tentu saja tak asing, Artidjo Alkostar. Artidjo, atau yang dikenal dengan sebutan hakim algojo, adalah momok bagi koruptor di Indonesia. Di tangannya, palu hakim bisa mengetuk lebih dalam dibanding hakim-hakim pengadilan tingkat di bawahnya.

Saat mengadili kasus korupsi yayasan yang melibatan mantan Presiden Soeharto, dua hakim agung lain, Syafiuddin dan Sunu Wahadi menginginkan agar perkara itu dihentikan. Namun Artidjo berkukuh agar perkara jalan terus.

Nama-nama koruptor yang hukumannya ditambah juga tidak sedikit. Sutan Bhatoegana, Udar Pristiono, Rusli Zainal, Angelina Sondakh, Tommy Hindratmo, dan Anggodo Widjojo, adalah beberapa nama koruptor yang mau tidak mau harus mendekam di balik jeruji lebih lama setelah Artidjo menangani kasusnya di tingkat yang lebih tinggi dari pengadilan itu.

Akan tetapi, Artidjo juga pernah membebaskan seorang tahanan. Kasasi Hendra Saputra, sopir pribadi yang namanya digunakan sebagai Direktur Utama PT Imaji Media oleh Riefan Avrian (anak dari mantan Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan), dikabulkan.

Meski divonis bersalah dan dijatuhi pidana 1 tahun, kasasinya berbuah manis. Sebab, trio hakim Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Krisna Harahap melepaskan Hendra.

Jessica melalui tim kuasa hukum sebelumnya telah mengajukan memori kasasi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat setelah permohonan bandingnya ditolak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Keputusan Pengadilan Tinggi yang menolak banding pihak Jessica tertuang dalam putusan nomor 393/PID/2016/PT.DKI pada 7 Maret 2017.

Dalam putusan itu, majelis hakim yang beranggotakan Elang Prakoso Wibowo, Sri Anggarwati, dan Pramodana Atmadja menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menjatuhkan vonis bersalah bagi Jessica dan hukuman 20 tahun penjara pada Oktober 2016 silam.

Jessica tentu masih memiliki peluang untuk bisa bebas atau pun mendapat keringanan hukuman. Namun, di sisi lain Jessica juga harus bersiap menerima apa pun hasil putusannya, meski itu mungkin akan semakin memberatkan baginya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR