SOROTAN MEDIA

KPK takkan berhenti selidiki kasus BLBI meski Syafruddin dibebaskan

Syafruddin Arsyad Temenggung meninggalkan Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK, Jakarta, Selasa (9/7/2019).
Syafruddin Arsyad Temenggung meninggalkan Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK, Jakarta, Selasa (9/7/2019). | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Mahkamah Agung (MA) membebaskan terdakwa kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung. Namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan berhenti melanjutkan kasus tersebut.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah dalam konferensi pers di Gedung MA, Selasa (9/7/2019) menyebutkan, amar putusan No. 1555K/PID.SUS-TPK/2019 majelis hakim kasasi menyatakan, Syafruddin terbukti melakukan tindakan seperti didakwakan jaksa, namun perbuatan itu tak dikategorikan sebagai tindak pidana.

Menanggapi putusan MA, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan tak akan berhenti melanjutkan upaya hukum atas kasus BLBI meskipun Syafruddin Arsyad Temenggung dibebaskan oleh MA.

Sebagai institusi penegak hukum, KPK menghormati putusan MA dalam perkara ini. KPK akan tetap fokus memulihkan kerugian negara khususnya mengembalikan dugaan kerugian Rp4,58 triliun dalam perkara BLBI.

Ringkasan

  • Atas putusan kasasi MA, Syafruddin langsung dilepaskan dari Rumah Tahanan Kelas 1 KPK, Jakarta, Selasa sekitar pukul 20.00 WIB.
  • Penanganan perkara BLBI mesti melewati perjalanan yang sangat panjang.
  • Penyelidikan pertama dilakukan sejak Januari 2013, kemudian melakukan penyidikan pertama untuk tersangka Syafruddin pada Maret 2017.
  • Selanjutnya persidangan atas terdakwa Syafruddin dimulai sejak 14 Mei 2018 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.
  • Pada September 2018, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis 13 tahun penjara dan denda Rp700 juta subsider 3 bulan kurungan pada pengadilan tingkat pertama.
  • Selanjutnya, pada Januari 2019, di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Syafruddin menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
  • KPK kemudian membuka penyidikan baru dan telah menetapkan dua tersangka, yakni pemegang saham BDNI, Sjamsul Nursalim, dan istrinya, Itjih Nursalim.
  • Syafruddin mengajukan kasasi setelah Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukumannya menjadi 15 tahun penjara dari vonis 13 tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh detik.com dengan 18 pemberitaan, diikuti peringkat kedua tribunnews.com dan antaranews.com dengan 17 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 07:00 hingga 22:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 17:00 WIB dengan total 23 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh republika.co.id dengan 5838 interaksi, diikuti peringkat kedua detik.com dengan 4826 interaksi. Selanjutnya viva.co.id dengan 2724 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR