Kasus-kasus yang membelit Rizieq Shihab

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1).
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1).
© Reno Esnir /ANTARA FOTO

Kepolisian Polda Metro Jaya tampak serius mengusut dugaan chat seks yang diduga dilakukan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan seorang wanita bernama Firza. Namun, Rizieq kembali mangkir pada pemanggilan kedua ini.

Rizieq disebut-sebut sedang berada di Mekkah. Sementara kemarin, polisi sudah memeriksa Firza dalam kasus yang populer disebut "baladacintarizieq." Tak ada keterangan yang meluncur dari mulut Firza Husein usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus itu.

Menurut ahli face recognition dari Inafis Polri foto wanita telanjang dalam kasus dugaan pornografi "baladacintarizieq" bukanlah rekayasa alias asli. Hasil pemeriksaan ahli memastikan sosok wanita dalam foto tersebut adalah Firza Husein.

"Dari pengamatan secara mendetail, disimpulkan bahwa foto yang diserahkan penyidik untuk diperiksa tim Inafis Mabes Polri tersebut asli, bukan rekayasa," ujar ahli face recognition Inafis Mabes Polri Hery Cahyono seperti ditulis detikcom.

"Baladacintarizieq" ini merupakan kasus teranyar yang membelit Rizieq. Sebelumnya, ia juga sudah beberapa kali dilaporkan atas sejumlah kasus lainnya. Kasus-kasus itu adalah:
1. Kasus penodaan terhadap Pancasila

CNN Indonesia menulis, kasus ini dilaporkan oleh putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Jawa Barat. Sukma menganggap Rizieq melontarkan kata-kata yang tidak pantas terkait Pancasila.

Sukmawati mempermasalahkan pernyataan Rizieq yang menyatakan 'Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala,' sebagaimana terekam dalam video yang diunggah di YouTube.

Rizieq dilaporkan dengan sangkaan Pasal 154 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penodaan Lambang Negara dan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.

Setelah memeriksa sejumlah saksi, akhirnya Polda Jabar pada akhir Januari lalu menetapkan Rizieq sebagai tersangka.

2. Pencemaran nama baik Soekarno

Sama seperti kasus penodaan terhadap Pancasila. Sukmawati juga melaporkan Rizieq atas dugaannya mencemarkan nama baik Soekarno saat ia berceramah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, 2011 silam. Kasus ini juga ditangani Polda Jawa Barat.

Rizieq Shihab diduga melanggar Pasal 320 KUHP tentang pencemaran nama baik orang yang sudah meninggal.

3. Kasus penodaan agama

Ceramah Rizieq pada 25 Desember 2016 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur membuat Mahasiswa Katolik Indonesia tersinggung. Dalam ceramahnya yang beredar di media sosial itu, mahasiswa Katolik menganggap Rizieq menyinggung keyakinan umat Kristiani.

Salah satu kalimat dalam video ceramah yang dipermasalahkan berbunyi "Kalau Tuhan beranak, terus bidannya siapa?"

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesiapun kemudian melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran Pasal 156 KUHP dan Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama.

4. Kasus palu arit dalam uang baru

Jaringan Anti Intelektual Muda (Jimef) dan Solidaritas Merah Putih (Solmet) melaporkan Rizieq atas ceramahnya tentang logo palu arit dalam uang baru yang diunggah ke Youtube oleh akun FPI TV pada 25 Desember 2016 lalu.

Rizieq diduga melanggar pasal 28 ayat 2 dan pasal 28 ayat 1 juncto, serta pasal 45 ayat 2 UU ITE. Laporan atas nama Jimaf dibuat atas nama Herdiyan dan diterima oleh SPKT Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP 92/i/2017/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 8 Januari 2017.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, kasus itu sudah naik ke tingkat penyidikan sejak 22 Januari 2017 lalu.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.