Kasus Rio Capella bawa sentimen negatif untuk Nasdem

Mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella.
Mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella. | ANTARA FOTO /Akbar Nugroho Gumay

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menuai sentimen negatif di media sosial. Menyusul, ditetapkannya Patrice Rio Capella sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (15/10/2015).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Rio Capella menggelar konferensi pers di Kantor DPP Nasdem, Jakarta Pusat. "Saya menyatakan mundur dari jabatan Sekjen (Sekretaris Jenderal), mundur dari anggota partai, dan dari anggota DPR RI. Karena saya menghadapi persoalan di KPK," ujar Rio Capella, dilansir Kompas.com, Kamis (15/10).

Namun keputusan itu, tak bisa meredam sentimen negatif terhadap Partai Nasdem di media sosial.

Kata kunci #BubarkanNasdem sempat terlihat dalam topik tren Twitter Indonesia, Kamis malam (15/10). Menurut Topsy, tagar itu telah menyentuh 15 ribu kicauan, dalam 24 jam terakhir, Jumat (16/10).

#BubarkanNasdem menguat pasca ditetapkannya Patrice Rio Capella sebagai tersangka kasus suap oleh KPK. 16 Oktober 2015, pukul 13.00 WIB.
#BubarkanNasdem menguat pasca ditetapkannya Patrice Rio Capella sebagai tersangka kasus suap oleh KPK. 16 Oktober 2015, pukul 13.00 WIB. | Istimewa /Topsy

Patut dicatat, tagar itu pertama kali disebar akun pseudonim @SiBonekaKayu. Kicauan itu di-retweet @ypaonganan. Penelusuran via Topsy menunjukkan kedua kicauan itu yang memulai kepopuleran tagar #BubarkanNasdem.

Sebagai catatan, selama beberapa pekan terakhir, akun @ypaonganan kerap menyebar sentimen negatif terhadap pemerintahan Joko Widodo. Ia menjadi salah satu kontributor dalam sejumlah tren bersentimen negatif terhadap Jokowi--yang kepopulerannya turut didongkrak akun robot dan pseudonim.

Adapun Nasdem merupakan salah satu partai pendukung Jokowi. Agaknya sejumlah akun pengkritik Jokowi, turut memanfaatkan momentum ini untuk melancarkan kritik.

Bentuk sorotan lain

Di luar tagar #BubarkanNasdem, sentimen negatif terhadap Rio Capella dan Nasdem bisa dilihat oleh kicauan-kicauan lain--yang jauh lebih organik (baca:alamiah).

Misalnya, sejumlah tweeps yang membagikan tangkapan layar laman RMOL.co (3 Juni 2013). Laman tersebut memuat artikel berjudul, Surya Paloh: Kalau Kadernya Korupsi, Partai Nasdem Lebih Baik Bubar.

Ada juga yang menyebar kicauan @riocapella1969, pada 5 Oktober 2014 silam. "Ingat lebaran Idhul Adha, ungat korupsi sapi," demikian kicauan akun yang dikenal publik milik Rio Capella itu.

Frasa "korupsi sapi" itu dinilai identik dengan kasus suap impor daging sapi, yang melibatkan Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Makin disorot, lantaran Rio Capella menjadi tersangka dalam kasus korupsi yang melibatkan kader PKS sekaligus Gubernur nonaktif Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Penjelasan soal kasus Rio Capella datang dari Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo.

Seperti diwartakan CNN Indonesia, Johan menjelaskan, Gatot dan istrinya Evy Susanti diduga ingin mengamankan kasus bansos yang disidik oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atau Kejaksaan Agung. Dalam konteks "mengamankan" itu, duit panas diduga mengalir ke kantong Rio Capella.

"Kasus ini beda dengan yang ditangani Kejagung. Kami tidak menangani perkara (korupsi) bansos," lanjut Johan.

Kontributor tagar #BubarkanNasdem, beberapa di antaranya menampilkan sejumlah akun anonim.
Kontributor tagar #BubarkanNasdem, beberapa di antaranya menampilkan sejumlah akun anonim. | Istimewa /Topsy
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR