PILPRES 2019

Keluar dari Koalisi 02 sekalian minta Koalisi 01 bubar

Nasib koalisi semu.  Peretel setelah kalah. Demokrat merapat ke Jokowi sekalian minta koalisi bekas lawan itu bubar.
Nasib koalisi semu. Peretel setelah kalah. Demokrat merapat ke Jokowi sekalian minta koalisi bekas lawan itu bubar. | Salni Setyadi /Beritagar.id

KEPENTINGAN | Makin jelas. Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat mulai cabut diri dari Koalisi Adil Makmur. Alasannya, hasil pemilu sudah jelas: Prabowo kalah.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berkilah, sebagai ketua MPR dirinya paham konstitusi. Sedangkan beberapa petinggi Demokrat menyatakan urusan sudah selesai setelah KPU mengumumkan hasil.

Teddy Gusnaidi, politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), yang berada di kubu Jokowi-Ma'ruf, mengingatkan urusan Pilpres 2019 itu tuntas setelah Mahkamah Konstitusi memutus gugatan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Maka Teddy mengimbau PAN dan Demokrat jangan mengajarkan politik khianat. Teddy memang sering menggerutu melalui akun Twitter atas nama dirinya, yang belum terverifikasi, ihwal manuver Demokrat.

Dua hari lalu (10/6/2019) Sekjen Demokrat, Hinca Pandjaitan, menjamin partainya masih di koalisi sampai urusan di MK kelar. Sehari sebelumnya Wasekjen Rachland Nashidik minta Prabowo membubarkan koalisi — tapi sekaligus meminta Jokowi membubarkan Koalisi Indonesia Kerja.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR