PEMINDAHAN IBU KOTA

Kemenhub rumuskan jaringan transportasi untuk ibu kota baru

Foto udara proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Gerbang tol di Samboja akan menjadi salah satu akses masuk ke ibu kota negara baru dari arah Samarinda dan Balikpapan.
Foto udara proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Gerbang tol di Samboja akan menjadi salah satu akses masuk ke ibu kota negara baru dari arah Samarinda dan Balikpapan. | Akbar Nugroho Gumay /Antara Foto

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merumuskan rencana induk (master plan) interkoneksi seluruh jalur transportasi ibu kota negara di Kalimantan Timur (Kaltim). Jaringan transportasi itu mengintegrasikan jalur darat, laut dan udara di Kaltim.

"Interkoneksi jalur transportasi menghubungkan ibu kota baru," kata Kepala Litbang Kementerian Perhubungan Sugihardjo dalam diskusi (FGD) di Balikpapan, Kaltim, Kamis (19/9/2019).

Dalam FGD yang dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya itu, Sugihardjo mengatakan Presiden Joko Widodo memerintahkan seluruh lembaga berkoordinasi merumuskan rencana induk pembangunan ibu kota. Kemenhub pun sesuai bidangnya mengusulkan transportasi mengusung konsep modern, smart, dan mobility.

"Nantinya konsep transportasi ini akan disampaikan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," paparnya.

Selama kajian di Kaltim, Kemenhub menemukan sejumlah potensi keunggulan transportasinya. Provinsi ini diuntungkan dengan keberadaan jalur transportasi darat, laut, dan udara. Kaltim punya bandara, pelabuhan, dan jalan tol Balikpapan - Samarinda.

Bandara ada di Sepinggan, Balikpapan, dan APT Pranoto di Samarinda. Sementara pelabuhan ada Semayang dan Peti Kemas Kariangau di Balikpapan.

Meski begitu, Sugihardjo menilai seluruhnya belum cukup. Menurutnya, pemerintah harus mengembangkan bandara dan pelabuhan sesuai kebutuhan ibu kota.

"Harus membangun bandara baru khusus transportasi VVIP, tamu negara hingga mobilisasi pasukan. Jaraknya 15 hingga 20 kilometer dari Bandara Sepinggan," katanya.

Demikian pula pelabuhan. Sugiharjo ingin Pelabuhan Semayang dan Peti Kemas Kariangau bisa mengadopsi kemajuan Pelabuhan Rotterdam di Belanda.

"Pelabuhan Rotterdam dikembangkan terus pesisir pantainya hingga memanjang sejauh 40 kilometer. Pelabuhan di sini juga bisa dibuat seperti itu," ungkap Sugihardjo.

Sedangkan jalan tol Balikpapan – Samarinda nanti akan menjadi akses masuk ibu kota. Stasiun integrasinya memanfaatkan sarana transportasi massal. "Bisa menggunakan kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT) atau airport express line," tutur Sugihardjo.

Transportasi ibu kota seluruhnya memanfaatkan angkutan umum ramah lingkungan. Di sejumlah titik lokasi, akses jala justru dikhususkan bagi pengendara sepeda listrik dan pejalan kaki. "Transportasi massal mempergunakan MRT, LRT, e-bus dan terbaru ini ART," ungkap Sugihardjo.

Transportasi ramah lingkungan ini sesuai rencana induk pembangunan ibu kota. Kota nantinya terdiri tiga ring area yang mengelilingi pusat pemerintahan. Adapun pusat pemerintahan terhubung dengan lima jalan utama sebagai representasi simbol dasar negara, Pancasila.

"Konsep ibu kota nantinya forest city," ujar Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Diana Kusumastuti.

Area ring satu merupakan inti pemerintahan seluas 2.000 hektare meliputi istana negara, lembaga negara, taman, dan botanical garden. Selanjutnya, pengembangan 220 ribu hektare bagi permukiman ASN/TNI/Polri, perwakilan diplomatik, fasilitas pendidikan/kesehatan, universitas, penelitian, taman nasional, konservasi orang utan, komplek permukiman swasta dan lain lain.

"Targetnya 2020 sudah dilakukan ground breaking pengembangan pemerintah dan swasta," ungkap Diana.

Selama pembangunan, menurut Diana, pemerintah memaksimalkan arsitektur modern dengan kolaborasi kearifan lokal masyarakat Kalimantan. Fisik bangunan sengaja dirancang meminimalkan intervensi alam, peruntukan akses publik, dan smart building memanfaatkan energi terbarukan.

"Integrasi ruang hijau, konservasi hutan, new urbanism dan green building," tegasnya.

Kota sekitar jangan tertinggal

Pemerintah pusat serius merancang desain arsitektur ibu kota. Saat itu pula, Kaltim meminta turut dilibatkan pengembangan empat kota penyangga sekitar ibu kota.

"Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Penajam Paser Utara (PPU) dan Samarinda," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong.

Selama ini, Kaltim mendukung penuh pemindahan ibu kota ke Samboja Kukar dan Penajam. Kota baru ini diyakini cepat maju sebagai ibu kota.

Sehubungan itu, Salman berharap perkembangannya berdampak positif untuk kota/kabupaten di sekitarnya. Ia tidak ingin Kaltim sebaliknya malah tertinggal kemajuan ibu kota.

Salman mencontohkan pemanfaatan sarana transportasi massal ramah lingkungan. Selama ini, Kaltim terus dipusingkan pengelolaan transportasi konvensional seperti ojek daring (online) dan bus antar kota.

"Agar kami juga dilibatkan sehingga bisa lebih maju nantinya. Jangan sampai nanti kami malah jauh tertinggal dengan kemajuan ibu kota," pintanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR