PARIWISATA

Kemenpar gelar festival kuliner dan belanja untuk keempat kali

Foto ilustrasi. Chef Dodik Prakoso (kiri) memperkenalkan menu kuliner khas Yogyakarta yang dijualnya kepada dua wisatawan di stan Sarawak Asia Kitchen pada perhelatan Rainforest World Music Festival 2019 di Sarawak, Malaysia, Sabtu (13/7/2019).
Foto ilustrasi. Chef Dodik Prakoso (kiri) memperkenalkan menu kuliner khas Yogyakarta yang dijualnya kepada dua wisatawan di stan Sarawak Asia Kitchen pada perhelatan Rainforest World Music Festival 2019 di Sarawak, Malaysia, Sabtu (13/7/2019). | Jessica Helena Wuysang /Antara Foto

Perhelatan Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival (WICSF) 2019 kembali digelar. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dibantu oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar festival kuliner dan belanja ini untuk keempat kali.

Kemenpar sengaja menggabungkan wisata kuliner dan belanja untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Festival ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 27 September hingga 27 Oktober 2019.

Pembukaan resmi festival ini akan digelar di Mal Pluit Village, Jakarta Utara. Pembukaan resmi juga menandai peringatan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan festival tahunan ini memang kalender resmi Kemenpar. Kementeriannya, ujar Arief, memiliki 100 kalender dalam setahun.

“Jadi ini sudah tahun ke empat festival kuliner dan belanja diadakan. Untuk pariwisata menjadi penting karena acara ini masuk top 100 calendar of event dan kita akan terus mendukungnya," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kemenpar, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Sementara itu Ketua Umum APPBI, Stefanus Ridwan, menambahkan bahwa kegiatan WICSF 2019 dapat menjadi daya tarik baik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Dengan begitu, pusat perbelanjaan diharapkan bisa berperan menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia.

"Ini acara keempat yang rutin kami gelar. Puji Tuhan bahwa kita semua bisa tetap konsisten pada tanggal yang sama, hari yang sama, dan semoga lebih meriah," ujarnya.

Stefanus juga optimistis bahwa kehadiran acara WICSF dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Indikatornya adalah meningkatnya jumlah pusat perbelanjaan yang akan berpartisipasi dalam WICSF 2019 dibandingkan edisi terdahulu.

"Tahun lalu pesertanya hanya 150. Tapi tahun ini hampir semua anggota APPBI ikut. Jumlah anggota APPBI ada 321, tapi yang memastikan ikut ada 300-an," katanya.

Dari kiri; Ketua Percepatan Wiskulja Kemenpar Vita Datau, Menpar Arief Yahya, Ketua Umum DPP ABPPBI A. Stefanus Ridwan S, dan Ketua Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuti, berfoto usai jumpa pers di kantor Kemenpar, Jakarta, Selasa (17/9/2019).
Dari kiri; Ketua Percepatan Wiskulja Kemenpar Vita Datau, Menpar Arief Yahya, Ketua Umum DPP ABPPBI A. Stefanus Ridwan S, dan Ketua Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuti, berfoto usai jumpa pers di kantor Kemenpar, Jakarta, Selasa (17/9/2019). | Kementerian Pariwisata

Festival kuliner dan belanja 2019 akan mengangkat berbagai macam jajanan pasar hingga jajanan kekinian. Misalnya nasi gudeg, nasi pedas Bali, hingga Roti Srikaya khas Pontianak.

Adapun jajanan pasar tradisional Indonesia yang dijajakan dalam festival kuliner akan berasal dari kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sehingga nantinya makanan Indonesia dapat dikenal di kancah Internasional dan mampu meningkatkan omzet dan transaksi UMKM.

Mengedepankan batik

Sajian kuliner nusantara itu akan dilengkapi dengan ragam program belanja dan diskon di seluruh pusat perbelanjaan yang berpartisipasi. Dan lebih istimewa, WICSF 2019 bertepatan dengan perayaan 10 tahun Batik Indonesia masuk Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia pada tahun 2009 oleh UNESCO.

Itu sebabnya batik akan dikedepankan pada festival belanja ini. Seluruh motif batik khas daerah akan tampil. Misalnya batik Pekalongan, batik Jepara, batik Solo, dan batik Tasik. Motifnya pun beragam, mulai tulis hingga cetak (print).

Batik akan dipamerkan dalam berbagai acara WICSF 2019 di pusat perbelanjaan. Misalnya Gebyar Batik Muda Nusantara, Pesona Batik Wastra Nusantara, dan Indonesia Culture Exhibition.

Ada pula kelas membatik oleh Rumah Batik Palbatu di Menteng, Jakarta, untuk meningkatkan antusiasme masyarakat dan mendorong pertumbuhan batik di pasar global. Seperti halnya sektor kuliner, wisata belanja ini juga akan melibatkan UMKM.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR