Kemungkinan memfungsikan tol Becakayu menjelang Lebaran

Foto udara jalan tol Becakayu ruas RS Harum-Sumber Artha, Jakarta, Jumat (16/6).
Foto udara jalan tol Becakayu ruas RS Harum-Sumber Artha, Jakarta, Jumat (16/6).
© Rosa Panggabean /Antara Foto

Hari Lebaran kian dekat. Bagi otoritas pengatur lalu lintas, jalan, dan transportasi, saat-saat mendekati Idulfitri--juga beberapa hari setelahnya--menjadi waktu penting yang sulit diabaikan. Pasalnya, pergerakan orang dan kendaraan di periode dimaksud begitu tinggi.

Prioritas jelas ditambatkan pada kawasan Jakarta dan sekitarnya yang senantiasa menyumbang arus besar peristiwa mudik tahunan. Kompas.com merilis proyeksi jumlah kendaraan beroda dua dan empat pada musim mudik 2017.

Mengutip Direktur Lalu Lintas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto, media yang berbasis di Jakarta Barat itu menulis bahwa jumlah motor diramalkan bakal naik 15,42 persen dari 4,6 juta pada 2016 menjadi 5,3 juta pada 2017. Sementara itu, persentase mobil meningkat 12,01 persen dari 3,04 juta (2016) menjadi 3,41 juta tahun ini.

Tanpa kenaikan jumlah pemudik pun masalah terpokok di jalan, yakni macet, sudah menjadi barang lazim yang menghiasi media pemberitaan. Karena itu, sedari di hulu pemasok orang dan kendaraan, sejumlah skema disiapkan. Salah satunya, rekayasa lalu lintas di koridor utama arus mudik yang mengarah ke jalur utara dan tengah Jawa Barat.

Di Bekasi, misalnya, Satuan Lalu Lintas Kepolisian Bekasi Kota berupaya memfungsikan ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) sepanjang 4,5 km dari Rumah Sakit Harum, Jakarta Timur, hingga Pasar Sumber Arta, Kota Bekasi.

Kantor berita Antara menyebutkan bahwa kepolisian yang sama bakal membuat arus searah dan menerapkan jalur bawah Jalan K.H. Noer Alie untuk para pemotor.

"Kami sudah melakukan kajian bahwa Tol Becakayu aman dilalui kendaraan," ujar Komisaris I Nengah Adi Putra, kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Bekasi Kota.

Petugas Humas Waskita Karya untuk proyek tol Becakayu, Sudirman, mengiyakan rencana kepolisian itu. "Tahun kemarin itu memang karena digunakan lajur yang masih sempit. Sekarang kan lajur di bawah (tol Becakayu) sudah lebih bagus dibanding tahun kemarin, sudah lebar dan diaspal," ujarnya dikutip Metrotvnews.com.

Masalahnya, mekanisme penggunaan jalan tol harus mendapatkan persetujuan administrasi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Jadi, secara fungsional, tol yang rencananya sudah bisa dilewati per tanggal 18 Juni itu baru dapat digunakan pada, selambatnya, Rabu (21/6).

"Akhirnya diputuskan tadi itu (diberlakukan) buka tutup. Kalau memang kondisinya harus buka, kita buka, karena khawatir ada kendaraan motor roda dua masuk tol. Untuk rambu kita sudah ada," ujar Sudirman.

Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna, mengatakan jika rekayasa lalu lintas di kawasan itu tidak diberlakukan, dikhawatirkan terjadi penumpukan kendaraan di pintu keluar tol dekat Pasar Sumber Arta.

"Di ujung (jalan tol) pas turun di Pasar Sumber Arta itu kita lihat ada penyempitan karena yang di jalan nontol juga ada (kendaraan). Bila dapat aliran (volume) kendaraan yang besar dari atas, maka ini butuh pengaturan," katanya.

Dalam hematnya, Becakayu bisa difungsikan. Namun, bila tidak dikendalikan, tol dimaksud kemungkinan memperparah kemacetan.

"Jadi, kalau nanti macet (di atas) harus ditutup lagi (jalan tolnya). Jangan memindahkan macet ke atas, karena jalan di bawah juga rentan (macet)," kata Herry, Senin (19/6).

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.