TRANSPORTASI MASSAL

Kemungkinan MRT gratis tapi bukan uji coba

| Sandy Nurdiansyah / Beritagar.id

Hingga Sabtu siang pekan lalu (9/3/2019), calon penumpang yang akan mencoba naik MRT gratis bola-balik sudah mencapai 166.000 pendaftar. Minat masyarakat terus meningkat, kata Muhamad "Kamal" Kamaluddin, head of corporate secretary PT MRT Jakarta, kepada Beritagar.id.

Naik gratis akan berlangsung mulai besok, 12 sampai 24 Maret. Peresmian MRT direncanakan akhir Maret, mungkin tanggal 31. Namun Ahad kemarin, jumlah pendaftar sudah 181.209 orang. Sebagian besar peminat memilih titik berangkat dari Lebakbulus (Jakarta Selatan) dan Bundaran Hotel Indonesia (Jakarta Pusat). Kedua titik itu melewati 13 stasiun.

"Dengan demikian total kuota publik tersisa sebanyak 104.391 orang dari 285.600 orang," kata Kamal (h/t Warta Kota).

Maka dalam wawancara Sabtu lalu itu Kamal berharap uji coba akan mendorong lebih banyak orang lagi untuk memanfaatkan MRT. Apalagi tersedia fasiltas untuk disabilitas; sampai akhir pekan lalu sudah ada 1.600 orang pendaftar.

Sebetulnya MRT (mass rapid transit), atau angkutan massal cepat, sudah menjadi cita-cita Jakarta sejak awal 1990-an. Tapi hanya menjadi wacana saja, sementara penanganan transportasi terpadu di Jabodetabek belum ada.

  • Pemerintah memutuskan membangun sistem MRT di Jakarta, dimulai paling lambat akhir tahun 1995 (Kompas, 10/08/94)
  • Lalu tujuh bulan kemudian terbit kabar, MRT Blok M - Cipete (empat kilometer), akan dimulai tahun 1996. Lalu setahun kemudian, pembangunan jaringan MRT di bawah tanah (subway) antara Blok M - Kota (15 km),juga diharapkan bisa dimulai (Kompas, 28/3/1995).
  • Soal MRT mengemuka lagi dalam kampanye calon gubernur DKI Jakarta 2012. Pasangan Joko "Jokowi" Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menjanjikan penambahn bus dan rute Transjakarta serta membangun MRT (Liputan6.com, 14/10/2012).
  • Akhirnya Jakarta punya MRT, dibangun sejak Oktober 2013. Uji coba gratis punya dua sisi. Pertama: mengajak masyarakat mencicipi pengalaman. Kedua: sebagai bahan evaluasi bagi operator. Menurut Kamal, ada kemungkinan selama 25-31 Maret sudah operasional penuh, bukan uji coba, tapi penumpang tak perlu bayar. Tentunya juga tak perlu mendaftar.
  • MRT dalam bahasa Indonesia menjadi moda raya terpadu. Sebagai jenama (brand) lengkap, pada Desember 2018 menjadi Moda Raya Terpadu Ratangga.
  • Menurut Direktur PT MRT Jakarta William Sahbandar, "Ratangga ini direkomendasikan hasil duduk bersama dengan Badan Bahasa (Kemendikbud). Diambil dari Kitab Arjuna Wijaya dan Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular yang kira-kira berarti kereta kuda yang kuat dan dinamis." (h/t Kompas.com)
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR