PERUMAHAN

Kenaikan tarif sewa rusun di Jakarta kemungkinan batal

Foto yang diambil pada Sabtu (11/8/2018) menunjukkan rusun Bendungan Hilir 2 yang dicat warna-warni untuk menyambut Asian Games 2018.
Foto yang diambil pada Sabtu (11/8/2018) menunjukkan rusun Bendungan Hilir 2 yang dicat warna-warni untuk menyambut Asian Games 2018. | Indrianto Eko Suwarso /Antara Foto

Suara sumbang sempat mengiringi Peraturan Gubernur (pergub) DKI Jakarta yang menaikkan tarif sewa belasan rumah susun (rusun) di ibu kota. Gubernur DKI Anies Baswedan pun akhirnya mengaku akan mempelajari ulang kebijakannya tersebut.

Pergub Nomor 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan yang didasari pada Pasal 145 ayat (2) Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah itu menurut rencana diterapkan pada Oktober mendatang.

Kenaikan tarifnya pun dibagi dua versi. Bagi warga relokasi, tarifnya naik menjadi Rp272 ribu per bulan. Sedangkan bagi warga umum menjadi Rp 535 ribu per bulan.

Adapun pergub sebenarnya terbit pada 7 Juni silam dan sempat bisa dilihat pada laman jaringan dokumentasi Pemprov DKI. Namun, pada Selasa (14/8/2018), Beritagar.id tak bisa lagi menemui pergub termaksud pada laman itu alias sudah raib.

Anies, dilansir BeritaSatu.com, Kamis (16/8), mengatakan tidak tahu alasan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman menaikkan tarif sewa rusun. Anies pun menyatakan bakal memeriksa ulang kebijakan tersebut meski ia turut menandatanganinya pada 30 Mei.

"Nanti, sedang kita cek ulang. Insha Allah, Senin sudah ada kabarnya. Justru itu yang akan kita periksa lebih jauh," kata Anies.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan DKI Meli Budiastuti juga mengatakan pergub bakal dievaluasi dan dikaji ulang. Alasannya, masyarakat mengeluh.

"Jadi untuk sementara pergub ini istilahnya di-hold dulu, dicabut dulu lah," katanya dikutip WartaEkonomi.co.id.

Anies mengatakan sebenarnya ada masalah yang lebih penting dari sekadar menaikkan tarif sewa rusun. Dinas Perumahan lebih baik fokus mengejar uang tunggakan sewa dari penghuni rusun ketimbang mengubah besaran tarif sewa.

Mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun meminta masyarakat penghuni rusun ikut berpartisipasi dengan membayar sewa semestinya. Maklum, kata Anies, hidup penghuni semestinya menyumbang kontribusi karena pemerintah sudah menyediakan rusun dengan memanfaatkan uang pajak masyarakat.

"Bila dibiayai uang pajak, lalu komponen yang harusnya disumbangkan oleh penghuni dan tidak dibayarkan, artinya pembayar pajak di Jakarta yang harus menutup itu," imbuh Anies.

Untuk mengatasi para penunggak biaya sewa, Anies pun sedang mempertimbangkan sanksi denda. Jadi, bila denda itu tidak dibayarkan, maka akan naik sebesar 2 persen setiap bulan.

"Jadi denda itu 2 persen flat, tidak lagi per bulan. Kita akan upayakan itu," kata Meli dalam detikcom.

Namun, bukan hanya penindakan. Meli menjelaskan Anies sudah meminta jajarannya untuk meningkatkan pelayanan terhadap para penghuni rusun, terutama warga relokasi, sembari tetap menggalakkan pembayaran sewa.

Meli menambahkan dana tunggakan retribusi rusun saat ini mencapai Rp27 miliar. Sementara biaya listrik yang tertunggak mencapai Rp1,3 miliar. Bagaimana dengan tunggakan biaya air bersih?

"Tunggakan airnya sekitar Rp6,9 miliar di 24 lokasi rusunawa. Sesuai Pergub 111 bila dia melakukan keterlambatan maka ada denda tunggakan. Itu sampai sekarang Rp7,9 miliar," tegas Meli.

Sementara sebelum ada kabar soal rencana penundaan pergub soal kenaikan sewa tarif rusun, masyarakat Rusun Tambora I dan II berniat untuk melakukan demo ke Balai Kota.

Menurut seorang penghuni bernama Putri Kartika (30) kepada CNNIndonesia.com, masyarakat keberatan bila tarif sewa dinaikkan. Putri selama ini membayar Rp430 ribu per bulan dan bila dinaikkan dia harus membayar Rp516 ribu per bulan.

"Kita mana sanggup, makanya sudah enggak sanggup. Listrik sekarang naik, semuanya naik," ujar ibu dua anak ini pada Rabu (15/8).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR