BELANJA KITA

Kenyang dahulu, cantik kemudian

Masyarakat lebih dulu belanja barang pokok, baru kemudian urusan kecantikan.
Masyarakat lebih dulu belanja barang pokok, baru kemudian urusan kecantikan. | Lokadata /Beritagar.id

Seseorang lazimnya akan memenuhi kebutuhan pokoknya lebih dulu dibanding kebutuhan lain. Dan di Indonesia, masyarakat masih mementingkan kebutuhan pokok ketimbang hal lain, sebutlah belanja alat kecantikan dan perawatan.

Jadi; kenyang dahulu, cantik kemudian.

Hal itu tergambar dalam data Survei Sosial Ekonomi (Susenas) BPS tahun 2017 yang dipelajari Lokadata Beritagar.id. Belanja makanan pokok naik rerata 6,2 persen per tahun, sedangkan belanja barang kecantikan dan perawatan naik rerata hampir 13 persen per tahun.

Disparitas itu kian nyata jika melihat sebaran wilayahnya. Di Indonesia sebelah barat dan tengah, selisih antara pengeluaran bahan pokok tidak terpaut jauh dari barang kecantikan. Sebaliknya ditunjukkan masyarakat kawasan di timur Indonesia.

Namun, jika dilihat dari rasio belanja, penduduk Indonesia secara umum justru tetap giat belanja barang kecantikan. Pada 2008, belanja kecantikan dan perawatan 0,10 kali belanja makanan pokok, sementara pada 2016 mencapai level tertinggi 0,24 kali.

DKI Jakarta merupakan provinsi dengan rasio belanja kecantikan dan perawatan tertinggi dibandingkan provinsi lainnya dalam sebulan. Sedangkan Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi dengan rasio terendah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR