TELEKOMUNIKASI

Kesimpangsiuran internet First Media

| Salni Setyadi /Beritagar.id

KONEKSI | Dua anak perusahaan Grup Lippo, yakni PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt!), menunggak pembayaran biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi radio kepada pemerintah selama 2016-2017. Tunggakan plus denda kedua perusahaan itu Rp708 miliar.

Jika mereka tak memenuhi kewajiban, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan mencabut izin frekuensi 17 November ini. Tapi First Media malah menggugat Kemenkominfo.

Menkominfo Rudiantara pekan ini di Jakarta berkomentar, "Kalau kalian jadi Kominfo lagi nagih, kemudian dituntut, itu rasanya gimana?"

Jika kedua perusahaan tak beroperasi, konsumen bisa dirugikan. Maka Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI), Tulus Abadi, meminta kedua perusahaan itu mengembalikan uang konsumen.

Bagi konsumen, soal ini membingungkan. Maka pagi tadi, sebelum pukul tiga, First Media pun menyurati para pelanggan TV kabel dan internet, menjelaskan duduk soal. Layanan internet kabel takkan terganggu karena diurus oleh perusahaan yang berbeda, bagian dari Lippo juga sih, yakni PT Link Net Tbk (LINK).

Tak dijelaskan dalam surat bahwa pengguna modem wi-fi pemakai Bolt! akan beroleh masalah jika ancaman pemerintah menjadi kenyataan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR