PERLINDUNGAN KONSUMEN

Ketika agensi ogah mengiklankan susu kental manis

| Tito Sigilipoe /Beritagar.id

Pekan lalu ramai kontroversi susu kental manis, sehingga pengiklanannya pun ditata. Ah, kenapa baru sekarang?

Abad lalu tokoh periklanan modern Indonesia Nuradi menjelaskan alasan biro iklannya, Intervista, yang mencetuskan slogan "Indomilk Sedaaap", akhirnya tak menggarap iklan susu kental manis. Pihaknya mendapati kenyataan, banyak bayi kekurangan gizi karena keluarga tak mampu mengira susu kental manis sudah bergizi.

"Kesimpulannya, susu kaleng manis itu membunuh bayi. Kami menulis surat kepada klien, mengundurkan diri. Padahal waktu itu mereka klien terbesar...," tutur Nuradi (Jakarta Jakarta edisi 322, 19 Agustus - 4 Agustus 1992).

Intervista menemukan informasi di lapangan saat melakukan survei untuk kampanye air susu ibu atas permintaan UNICEF dan Departemen Kesehatan, 1970-an.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR