KISRUH LAPAS

Kipas angin dan rice cooker bisa memperberat hukuman

| Sandy Nurdiansyah / Beritagar.id

Dari balik jeruji sel, Ripin Damanik dan Surya dapat menipu orang di luar penjara Rp138 juta. Cukup dari ponsel. Demikian paparan Dirkrimum Polda Jambi, AKBP Edi Faryadi, hari ini (22/2/2019).

"Mereka melakukan aksinya dari Lapas Siborongborong, Sumatera Utara dan bekerjasama dengan jaringan yang di luar. Dari lima pelaku itu, tiga di antaranya adalah satu keluarga. Mereka semua warga Tebing Tinggi, Medan," kata Edi (h/t detikcom).

Lho, lapas di Tapanuli Utara, kenapa yang mengungkapkan kasus polisi Jambi? Korban penipuan, yakni N, adalah warga Jambi yang melaporkan kasus ke kepolisian setempat.

Untuk kesekian kalinya ponsel dalam sel menjadi alat bantu dalam melakukan jinayah. Padahal ponsel dan barang elektronik itu termasuk barang haram dalam sel. Penguasaan barang-barang itu bisa mengundang sanksi. Lihat infografik.

Menurut Permenkumham No. 6/2013* pemakaian sejumlah barang elektronik adalah pelanggaran berat. Setara dengan melarikan diri dari penjara.

Urusan elektronik terlarang dalam sel, menurut Pasal 10, mencakup pemasangan kabel sumber setrum hingga pemakaian "alat pendingin, kipas angin, kompor, televisi, slot pintu, dan/atau alat elektronik lainnya".

Sebagai pelanggaran berat, sanksinya bisa sampai ke sel isolasi selain penghapusan hak remisi dan cuti.

Maka bulan ini ada razia perlengkapan elektronik disejumlah penjara. Di Lapas Kebonwaru, Bandung, Jawa Barat, awal Februari ini, petugas menemukan 89 ponsel dan 86 pengecas.

Menurut siaran pers Kanwil Kumham Jabar, selain dapat ponsel dan pengecas, petugas juga menyita headset (91 buah), baterai (9), penanak nasi (21), gulungan kabel (14), kipas angin (13), dan spiker aktif (129). Yang bukan barang elektronik adalah 40 bilah senjata tajam.

Dalam razia terbaru, kemarin (21/2/2019) di Lapas Tebing Tinggi, Sumut, petugas memetik 47 buah ponsel, tiga bong sabu, dan 27 bilah senjata tajam berupa pisau dan cutter (h/t Antara Sumut).

Belum jelas, setelah barang terlarang tadi disita lantas akan diapakan. Kalau di Lapas Banyuwangi, Jawa Timur, dua hari lalu, petugas langsung menenggelamkan empat ponsel ke akuarium empat ponsel temuan razia.

Pada hari yang sama di Lapas Muaro Sabak, Jambi, petugas membakar 1.192 ponsel hasil razia selama Juli 2018 hingga Februari 2019.

*) Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR