OTT KPK

Kiprah Bupati Sungai Hulu Tengah yang terjaring operasi KPK

Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif (ketiga kiri) yang terjaring dalam operasi tangkap tangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan tiba di KPK, Jakarta, Kamis (4/1/2018).
Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif (ketiga kiri) yang terjaring dalam operasi tangkap tangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan tiba di KPK, Jakarta, Kamis (4/1/2018). | Rosa Panggabean /Antara Foto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan dan Surabaya, Kamis (4/1/2018). Ada enam orang yang terjaring dalam operasi tersebut, termasuk Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif.

"Ada enam orang yang diamankan, enam orang termasuk satu kepala daerah, pejabat daerah setempat, dan swasta. Ada yang diamankan di Kalimantan Selatan dan Surabaya. Di Surabaya pihak swasta yang diamankan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui Antaranews.

Febri mengungkapkan telah terjadi transaksi penerimaan hadiah atau janji diduga lebih dari Rp1 miliar terkait proyek pembangunan Rumah Sakit di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Abdul Latif menjadi tangkapan pertama KPK pada tahun baru 2018 ini. Tangkapan pertama itu bisa jadi terus bertambah dan menyalip rekor selama 2017.

Selama 2017, KPK seperti "panen raya" tersangka korupsi melalui operasi tangkap tangan. Operasi tangkap tangan kasus korupsi selama tahun ini telah memecahkan rekor terbanyak sepanjang sejarah KPK berdiri.

Dalam paparan kinerja KPK 2017, lembaganya telah melakukan operasi tangkap tangan sebanyak 19 kasus. Dari operasi tangkap tangan itu, KPK menetapkan 72 orang sebagai tersangka.

Jumlah tersangka itu belum termasuk tersangka yang ditetapkan kemudian dari hasil pengembangan perkara. Tersangka yang tertangkap basah itu berasal dari beragam kalangan. Ada aparat penegak hukum, anggota legislatif hingga kepala daerah.

Puncak "panen raya" itu berlangsung pada periode Agustus-September. Pada masa itu, KPK melakukan enam operasi tangkap tangan dalam waktu yang berdekatan.

Tersangka yang tertangkap tangan pada periode itu kebanyakan kepala daerah. Operasi tangkap tangan penyidik KPK telah menyeret Bupati Pamekasan, Achmad Syafii; Wali Kota Tegal Siti Masitha; Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen; serta Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko.

Abdul Latif pun menambah panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Sepanjang 2017, ada 10 kepala daerah terjerat kasus korupsi. Sebagian besar mereka terjaring operasi tangkap tangan KPK.

Abdul Latif merupakan pengusaha dan petualang politik. Ketua Kadin Sungai Hulu Tengah ini beberapa kali pindah partai. Ia pernah menjadi kader Partai Patriot Pancasila dan menjadi anggota DPRD Sungai Hulu Tengah pada 2004-2009.

Abdul Latif kemudian pindah ke partai Golkar. Lewat partai ini, Abdul Latif menjadi anggota DPRD Kalimantan Selatan 2014-2019. Sebelum selesai masa jabatannya di legislatif, Abdul Latif mencalonkan diri menjadi bupati di kota kelahirannya.

Abdul Latif menjadi bupati yang diusung PKS, PBB, Golkar, PKPI dan PPP pada Pilkada 2015. Ia berpasangan dengan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, Chairansyah. Abdul Latih-Hairansyah mengalahkan petahana Harun Nurasid-Aulia Oktafiandi yang diusung PDIP, Nasdem, dan Hanura.

Golkar hanya mengantarkan Abdul Latif menuju kursi bupati. Selanjutnya, Abdul Latif kembali berpetualang dan bergabung dengan Partai Berkarya pimpinan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto pada Januari 2017. Abdul Latif didapuk menjadi Ketua Partai Berkarya Kalimantan Selatan.

Kiprah Abdul Latif akhirnya teradang KPK. Dengan rompi oranye tanda tahanan KPK, Abdul Latif resmi menjadi tersangka.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan 4 orang sebagai tersangka," kata Ketua KPK, Agur Rahardjo.

Tersangka lainnya adalah Rifani Fazuan, Ketua Kadin Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan; Abdul Basit, Direktur PT Sugriwa Agung; dan Donny, Direktur Utama PT Menara Agung.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR