SOROTAN MEDIA

Kivlan Zen mengakui terima uang dari Habil Marati

Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (kedua kanan) didampingi kuasa hukum saat tiba memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, Rabu (29/5/2019).
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (kedua kanan) didampingi kuasa hukum saat tiba memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). | Wibowo Armando /Antara Foto

Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen untuk kedua kali menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus rencana pembunuhan 4 tokoh nasional dan seorang pemimpin lembaga survei politik. Kasus ini sudah memiliki dua tersangka, Habil Marati dan Iwan Kurniawan.

Adapun Kivlan menjadi tersangka pada kasus lain, kepemilikan senjata api ilegal. Dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/6/2019), Kivlan mengakui telah menerima uang dari Habil.

Sedangkan 5 tokoh yang dijadikan target pembunuhan adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen Gregorius “Gories” Mere, dan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Ringkasan

  • Pemeriksaan terhadap Kivlan ini adalah lanjutan dari edisi pekan lalu (14/6). Ketika itu Kivlan mendapat 11 pertanyaan soal aliran dana untuk membeli senjata api.
  • Dalam pemeriksaan kedua selama sekitar 9 jam sejak pukul 11.00 WIB, Kivlan mendapat 23 pertanyaan. Menurut pengacara Kivlan, Muhammad Yuntri, pertanyaan masih seputar aliran dana dari Habil sebagai donatur.
  • Yuntri mengatakan Kivlan mengakui penerimaan uang senilai $4.000 Singapura dari Habil. Namun Kivlan membantah uang dari politikus PPP itu untuk membeli senjata api, melainkan untuk keperluan unjuk rasa.
  • Dalam pemeriksaan kedua ini, Yuntri membawa serta barang bukti penerimaan kiriman uang tersebut.
  • Polda Metro Jaya, menurut Yuntri, akan mempertemukan Kivlan dengan seluruh saksi dan tersangka --termasuk Iwan dan Habil-- pada hari ini (18/6).
  • Di sisi lain, tim pengacara melaporkan ada rencana pembunuhan terhadap Kivlan kepada Bareskrim Polri yang diungkapkan tersangka Iwan. Bareskrim Polri menolak laporan tersebut.
  • Pengacara Kivlan, Pitra Romadoni Nasution, menyebut penolakan itu membuat hak hukum kliennya sudah terabaikan.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 8 pemberitaan, diikuti peringkat kedua antaranews.com dengan 6 pemberitaan. selanjutnya suara.com dengan 4 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 02:00 hingga 22:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 15:00 WIB dengan total 9 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh viva.co.id dengan 1480 interaksi, diikuti peringkat kedua tribunnews.com dengan 111 interaksi. Selanjutnya kompas.com dengan 97 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR