KECELAKAAN TRANSPORTASI

KM Santika Nusantara terbakar di Masalembo, jumlah penumpang simpang siur

Kapal Motor (KM) Santika Nusantara rute Surabaya - Balikpapan terbakar di perairan laut utara Pulau Masalembo, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019) .
Kapal Motor (KM) Santika Nusantara rute Surabaya - Balikpapan terbakar di perairan laut utara Pulau Masalembo, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019) . | Basarnas /Antara Foto

Kapal Motor (KM) Santika Nusantara rute Surabaya - Balikpapan terbakar saat berada di Perairan Pulau Masalembo, Sumenep, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019) pada pukul 21.40 WIB. Berdasarkan dokumentasi Badan SAR Nasional (Basarnas), asap hitam pekat membumbung tinggi dari kapal berjenis Roll on - Roll off (Ro-Ro) ini.

Dari data muatan (manifest), kapal ini membawa 111 penumpang dari berbagai usia dan 84 unit kendaraan dari pelbagai jenis. Namun, jumlah penumpang ternyata melebihi manifest atau kapasitas seharusnya.

Hal itu diketahui dari jumlah penumpang yang sudah dievakuasi Basarnas hingga Jumat (23/8) sekitar pukul 15.00 WiB, yakni sebanyak 150 orang. Bahkan Kepala Basarnas Surabaya, Prasetya Budiarto, dalam keterangan resminya mengatakan pemilik kapal menyebut jumlah penumpang mencapai 277 orang.

"Data sementara yang kita evakuasi adalah KM Spill Citra 23 orang, di KMP Dharma Fery 07 64 orang, lalu Bintang Mutiara 11 orang," kata Prasetya, Jumat (23/8), dilansir detikcom.

Sedangkan menurut Kabid Kerjasama, Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan Kesyahbandaran Pertama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rony Fahmi, jumlah penumpang memang masih simpang siur karena tak sesuai dengan manifest.

Bila berdasarkan manifest, kata Rony kepada Radio Suara Surabaya, penumpang terdiri dari 100 orang dewas, enam orang anak dan lima bayi. Adapun jumlah kendaraan yang terparkir di dalam kapal adalah 92 unit dan awak kapal mencapai 44 orang.

Di sisi lain, menurut Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, jumlah penumpang total 162 orang. Sebelumnya hingga Jumat (23/8) pukul 12.43 WIB, keterangan tertulis Divisi Informasi dan Humas Basarnas Surabaya menyebutkan total 143 penumpang sudah dievakuasi.

Yang pasti, kata Prasetya, belum ada laporan korban meninggal kecuali penumpang yang kelelahan hingga trauma. Sementara kapal lain yang akan melakukan evakuasi lanjutan adalah KM Bintang Samudera, KN SAR Laksana dari Banjarmasin, dan KN Cundamani milik KSOP Surabaya.

Soal penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Kepala Bidang Keselamatan Syahbandar Tanjung Perak Surabaya, Syahrul Nugroho, mengatakan soal penyebab kebakaran adalah wewenang Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Itu pun (baru diselidiki) setelah kapal dinyatakan aman untuk dinaiki. Saat ini kondisi kapal belum memungkinkan untuk itu," kata Syahrul kepada TV One, Jumat (23/8).

Yang pasti, lanjut Syahrul, informasi awal yang diterimanya menyatakan kapal dalam kondisi mati mesin dan listrik (blackout) sebelum mengalami kebakaran. Pihaknya bersama Basarnas dan pihak berwenang lainnya pun masih fokus menangani jiwa penumpang serta awak kapal.

Insiden kedua di Masalembo

Bagi Perairan Pulau Masalembo, yang berjarak 16 jam pelayaran dari Sumenep, ini adalah peristiwa besar pertama sejak 1981. Pada 24 Januari 1981, KM Tampomas II milik Pelni terbakar di perairan tersebut hingga tenggelam.

Ketika itu, korban jiwa dipekirakan mencapai 431 orang meski ada pula sumber lain yang mengatakan jumlah penumpang lebih dari 666 orang. Sebanyak 143 jenazah berhasil ditemukan, sementara 288 lainnya ikut tenggelam bersama kapal --termasuk kapten kapal Abdul Rivai yang memilih bertahan hingga turut menjadi korban jiwa.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR