BISNIS KOPI

Kokali, gerai kopi kekinian ala Raffi Ahmad

Kiri-kanan: CEO Kokali Albert Sulistyo, Direktur Kokali Elsheca Herrera, dan Raffi Ahmad memperkenalkan kopi buatan gerai mereka di Lippo Mall Puti, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/10/2019).
Kiri-kanan: CEO Kokali Albert Sulistyo, Direktur Kokali Elsheca Herrera, dan Raffi Ahmad memperkenalkan kopi buatan gerai mereka di Lippo Mall Puti, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/10/2019). | Kokali

Tanah Air sedang keranjingan gerai kopi kekinian. Tidak heran pesohor Raffi Ahmad pun ikut membuka gerai kopi yang dinamai Kokali, hasil kerja sama RANS Entertainment miliknya dengan ARC Corp.

Gerai pertama Kokali yang berarti kopi kaki lima dibuka di Lippo Mall Puri, Kembangan, Jakarta Barat. Raffi mengatakan kopi sekarang menjadi primadona masyarakat Indonesia dan dirinya pun gemar minum kopi.

"RANS Entertainment dan ACR Corp mau menyajikan cita rasa baru kopi atau nonkopi dengan cara yang berbeda dibanding tempat lain," ujar Raffi saat pembukaan gerainya di Lippo Mall Puri, Rabu (16/10/19).

Kokali menawarkan 15 menu minuman racikan kopi dan nonkopi dengan nama menarik dari bahan-bahan yang dipakai dalam minuman. Misalnya pada kategori kopi adalah Es Keren (es kopi duren) dan Pablo Eskoba (es kopi boba).

Sedangkan pada minuman nonkopi adalah Es Telepon dan Es Telegram. Semua minuman dijual dengan kisaran harga Rp15.000 hingga Rp32.000.

Elsheca Herrera, Direktur Pengembangan Produk Kokali, mengatakan bahan-bahan yang digunakan dalam minuman mereka cukup lazim dan sedang disukai masyarakat. Misalnya es kopi susu dengan gula aren atau minuman boba dan crème brule.

"Budaya masyarakat Indonesia dalam konsumsi kopi tidak lagi seperti dulu yang americano, caffe latte, dan cappuccino. Masyarakat Indonesia saat ini menikmati minuman eksperimental seperti es kopi dengan gula aren," kata Elsheca.

CEO Kokali Albert Sulistyo mengungkapkan biji kopi di gerainya adalah hasil petani di Pacet dan Puntang di Jawa Barat. Albert menargetkan ada 200 gerai Kokali di seluruh Indonesia pada 2020.

"Sampai akhir tahun 2019 ini, target kami 15-20 gerai di Jabodetabek," tukasnya.

Satu gerai 300 kg biji kopi

Pesohor Raffi Ahmad (tiga kiri) memberikan keterangan di depan awak jurnalis dalam peluncuran gerai kopi Kokali di Lippo Mall Puri, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/10/2019).
Pesohor Raffi Ahmad (tiga kiri) memberikan keterangan di depan awak jurnalis dalam peluncuran gerai kopi Kokali di Lippo Mall Puri, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/10/2019). | Nunung Nur /Beritagar.id

Albert lebih lanjut mengatakan gerai Kokali akan memberi kontribusi terhadap ekonomi, terutama permintaan biji kopi dan tenaga kerja. Setidaknya, menurut Albert, satu gerai Kokali akan meliputi 300 kg biji kopi per bulan.

"Kami akan meningkatkan biji kopi hingga 60 ribu kg per bulan," sergah Albert.

Adapun Laporan Global Agriculture Information Network (GAIN) memperkirakan produksi kopi di Indonesia akan mencapai 10,7 juta kantong pada 2019-20. Artinya ada peningkatan 100 ribu kantong dari 2018-19.

Konsumsi kopi Indonesia juga akan meningkat hingga 4,9 juta kantong pada 2019-20. Peningkatan konsumsi kopi ini dipicu oleh permintaan kuat pada produk ready-to-drink dan ekspansi ritel kopi, baik oleh pengusaha lokal maupun internasional.

Sedangkan tren konsumsi kopi di Indonesia diyakini dipicu oleh pertumbuhan kelas menengah yang diikuti oleh perubahan gaya hidup masyarakat. Fenomena ini secara langsung menggerakkan gerai kopi yang masuk skala Usaha kecil dan Menengah (UKM).

"Kami melihat budaya minum kopi di Indonesia semakin berkembang. Namun tidak semua kalangan masyarakat Indonesia memiliki akses ke minuman kopi berkualitas, terutama mereka yang berdomisili di kota-kota kecil.

"Itu sebabnya saya bersama ARC Corp terjun ke bisnis ini. Kami memiliki visi yang sama untuk menghadirkan minuman kopi dan nonkopi berkualitas serta terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia, di mana saja dan kapan saja," tutup Raffi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR