OTONOMI DAERAH

Komik: Aha, Bekasi (kota) ingin jadi Jakarta Tenggara

Bekasi dan Depok ingin ikut DKI, karena ogah gabung ke Provinsi Bogor Raya. Lalu soal sampah Bantargebang jadi urusan buang ke halaman sendiri?
Bekasi dan Depok ingin ikut DKI, karena ogah gabung ke Provinsi Bogor Raya. Lalu soal sampah Bantargebang jadi urusan buang ke halaman sendiri? | Tito Sigilipoe /Beritagar.id

WACANA | Pekan ini muncul wacana sebagai tanggapan terhadap wacana. Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin lalu (19/8/2019) mengatakan memilih wilayahnya terengkuh DKI Jakarta ketimbang harus berada dalam naungan Provinsi Bogor Raya.

Selain Bekasi, Depok pun, menurut wali kota M. Idris Abdul Somad, lebih memilih ikut DKI, bukan Bogor Raya.

Salah satu alasan Pak Wali di Cimanggis (20/8/2019), "Iya kalau saya milih, misal dari sisi mana, saya lebih milih bahasa Jakarta karena saya nggak ngerti bahasa Sunda. Misal kemarin upacara ultah Jabar, agenda petuah sesepuh Jabar itu pakai bahasa Sunda, saya nggak paham. Kalau bahasa ke Jakarta."

Eh, apa tadi, Bogor Raya? Namanya juga wacana.

Kata Bupati Bogor Ade Yasin, ada sepuluh wilayah yang bisa masuk ke provinsi baru: Kabupaten Bogor, Bogor Barat, Bogor Timur, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Cianjur, Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya pekan lalu (14/8/2019), kajian ihwal provinsi baru itu akan tuntas akhir tahun ini. Kajian itu dilakukan tim khusus yang dibentuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor.

Bagi Gubernur DKI Anies Baswedan, "Kalau keputusan pemerintah pusat ya Jakarta menjalankan. Kan keputusannya lewat UU, PP."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR