PARTAI POLITIK

Komik: Kekhawatiran Golkar pecah lagi

Golkar seperti gereja protestan: sering pecah. Bedanya, Golkar memereteli diri karena rebutan kursi. Manakah partai yang tanpa eks-beringin?
Golkar seperti gereja protestan: sering pecah. Bedanya, Golkar memereteli diri karena rebutan kursi. Manakah partai yang tanpa eks-beringin? |

DIASPORA | Ada beberapa alasan kenapa orang Golkar pindah partai. Jawaban paling gampang: di zaman Orde Baru sulit, karena cuma ada dua pot lain. Jika menyangkut PNS dan pegawai BUMN, monoloyalitas menjadi penghalang. Begitu pula bagi anggota ormas pro-beringin, apalagi bentukan Golkar. Ormas macam itu sekalian menjadi titian karier politik kader.

Pada masa reformasi lebih banyak pilihan, baik pindah ke partai tetangga maupun ikut tokoh yang bikin partai baru. Maka Golkar pun mirip gereja protestan: gampang memereteli diri.

Wajar jika Jumat lalu (12/7/2019) di Jakarta Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak berharap Munas Golkar 2019 jadi pemicu perpecahan. Munasnya sih masih Desember nanti. Beberapa calon ketua yang mulai bersaing antara lain inkumben Airlangga Hartarto dan Ketua DPR Bambang "Bamsoet" Soesatyo.

Bamsoet kemarin (15/7/2019) mengaku didukung B.J. Habibie.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR