LINGKUNGAN HIDUP

Komik: Mau nikah? Siapkan bibit pohon, burung, dan ikan

Pohon untuk ditanam di embung. Burung untuk dilepasliarkan. Ikan untuk ditebar di sungai. Sebuah solusi dari Blitar, Jatim.
Pohon untuk ditanam di embung. Burung untuk dilepasliarkan. Ikan untuk ditebar di sungai. Sebuah solusi dari Blitar, Jatim. | Tito Sigilipoe /Beritagar.id

PELESTARIAN | Mana yang lebih penting: sertifikat laik kawin atau penyerahan bibit pohon, burung, dan ikan oleh calon mempelai?

Empat tahun lalu, sebelum ramai kabar sertifikat pranikah, sebuah desa di Blitar, Jawa Timur, mewajibkan calon suami istri menyerahkan flora dan fauna itu. Kelak setelah sertifikat diterapkan, syarat pengantin pun bertambah.

Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, masyarakat bersepakat mewajibkan pasangan yang akan menikah untuk menyerahkan empat bibit pohon untuk ditanam di embung. Selain itu juga burung untuk dilepasliarkan dan benih ikan untuk ditebarkan ke sungai (→ detikcom).

Sebuah berita bagus dalam Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) diperingati setiap tanggal 28 November.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR