PANSEL KPK

Kartun: Pansel KPK maju kena mundur kena

Tiga orang pansel dekat dengan Polri. Kalau dari Polri jadi komisioner KPK, pasti disoal. Di sisi lain, kalau tak ada polisi terpilih juga jadi masalah.
Tiga orang pansel dekat dengan Polri. Kalau dari Polri jadi komisioner KPK, pasti disoal. Di sisi lain, kalau tak ada polisi terpilih juga jadi masalah. | Salni Setyadi /Beritagar.id

SANDUNGAN | Tiga orang anggota Pansel KPK jadi batu sandungan bagi tim karena kedekatan dengan Polri. Ada jebakan konflik kepentingan. Yenti Garnasih mengajar di Polri. Hendardi dan Indriyanto Seno Adji jadi penasihat ahli bagi Kapolri.

Kalau dari sepuluh calon komisioner, yang mereka serahkan kepada Presiden Joko Widodo kemarin (2/9/2019) di Jakarta, ada yang dari Polri maka masyarakat menduga Pansel tak objektif.

Di sisi lain, kalau tak ada seorang pun unsur Polri dalam calon komisioner, khalayak juga bisa menuduh pansel tak adil. Bisa saja muncul sangkaan pansel takut dibilang berpihak kepada Korps Bhayangkara lantas mencoret calon yang layak.

Sejak awal soal konflik kepentingan ini tak disisihkan. Padahal rakyat menaruh harapan tinggi kepada KPK. Soal kepatutan mestinya tak cacat sejak start.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR