KRIMINALITAS

Komik: Video preman memalak bakal ada lagi

Media sosial membantu polisi. Masalahnya adakah jaminan bahwa warga pembuat video akan terlindungi dari preman?
Media sosial membantu polisi. Masalahnya adakah jaminan bahwa warga pembuat video akan terlindungi dari preman? | Tito Sigilipoe /Beritagar.id

COKOK | Video yang viral pekan lalu, tentang pemalakan di Pasar Tanah Abang, Jakarta, telah mendorong polisi bertindak: mencokok preman tersangka.

Setelah mencokok, mestinya polisi menggebah preman pemalak.

Selain itu polisi juga harus memberikan dorongan dan jaminan keamanan kepada warganet yang melaporkan kejadian. Niscaya warga akan nyaman melaporkan kejahatan. Video terus mengalir dan beredar.

Pengangguran? Lha itu masalah lain lagi. Bukan tugas polisi menyediakan pekerjaan. Tugas utama polisi adalah melindungi dan melayani warga, dengan menyediakan rasa aman.

Soal asas praduga tak bersalah, itu tugas pembela keadilan dan HAM untuk mendampingi para terduga pemalak.

Jangan sampai terjadi peristiwa masa lalu: koran memotret pejambretan di Jakarta, dengan mozaik wajah penjambret dalam foto, tapi esoknya terduga pelaku mati ditembak.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR