MUDIK 2018

Konsumsi Pertamax Turbo melesat selama mudik

Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan warga di SPBU Rest Area KM 429 Tol Semarang-Solo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6).
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan warga di SPBU Rest Area KM 429 Tol Semarang-Solo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6). | Aditya Pradana Putra /Antara Foto

PT Pertamina (Persero) mencatat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi, Pertamax Turbo, meningkat hingga 65 persen di musim mudik Lebaran tahun ini. Penyaluran BBM dengan Research Octane Number (RON) 98 ini naik tajam dari rata-rata harian sekitar 800 ribu liter menjadi 1,3 juta liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, kesadaran masyarakat akan penggunaan BBM berkualitas tinggi yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan mulai terbangun. Hal ini terbukti dari meningkatnya permintaan Pertamax Turbo yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.

"Fenomena menarik dalam mudik tahun ini, di mana Pertamax Turbo yang merupakan BBM dengan RON tertinggi banyak diminati konsumen. Sejak diluncurkan tahun 2016 silam, peminat Pertamax Turbo terus menunjukkan peningkatan, terutama di kalangan pecinta otomotif," kata Adiatma, dalam keterangan resmi, Jumat (15/6).

BBM ramah lingkungan ini memiliki berbagai keunggulan antara lain dilengkapi Ignition Boost Formula (IBF), mesin menjadi lebih dingin, tingkatkan perfoma mesin, irit bahan bakar. Dengan keunggulan tersebut, Pertamax Turbo semakin diminati konsumen.

Pertamax Turbo memang banyak direkomendasikan untuk kendaraan pabrikan 2012 ke atas, untuk menjaga performa mesin agar tetap prima. Apalagi untuk perjalanan jauh seperti mudik Lebaran.

Harga jual per liternya adalah Rp10.000 di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat; Rp10.150 di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Baliteng, DIY; dan Rp10.200 di kawasan Sumatra dan Nusa Tenggara Barat.

Peningkatan penyaluran yang tinggi juga terjadi pada BBM jenis Pertamax yang naik signifikan hingga 49 persen. BBM dengan RON 92 ini sejak memasuki puncak arus mudik, menunjukkan peningkatan dari hari ke hari pada masa mudik.

"Berdasarkan pantauan di lapangan, pemudik lebih tertarik pada bahan bakar yang berkualitas untuk perjalanan mudik yang jauh," jelas Adiatma.

Sedangkan produk BBM lain, yaitu Dex untuk kendaraan mesin diesel juga naik 12 persen, menjadi 818 ribu liter dibanding kondisi normal 729 ribu liter.

Di sisi lain, Pertamina juga terus mengamankan stok dan penyaluran elpiji menjelang perayaan Lebaran. Rata-rata ketahanan stok elpiji masih mencapai 18 hari, masih di atas standar nasional yang dipersyaratkan yakni 11 hari.

Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG di berbagai wilayah, Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) terus memantau permintaan LPG dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Siaga penuh di jalur mudik

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Pertamina sudah bersiaga menjaga ketersediaan BBM di sepanjang jalur mudik. Alternatif lain seperti penyedia BBM berjalan juga disiagakan pada titik-titik rawan kemacetan.

Guna mengantisipasi balik, Pertamina telah menyediakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) reguler di sepanjang jalur mudik dari Merak sampai Jawa Timur maupun SPBU mobile dalam bentuk Kios Pertamax dan mobile dispenser.

Adiatma mengatakan untuk mendukung terdistribusinya BBM untuk kebutuhan mudik, Pertamina juga telah menyiagakan sebanyak 6.600 petugas untuk melayani pemudik. Khusus di jalur tol, Adiatma melanjutkan, Pertamina juga menyiapkan 35 SPBU yang akan beroperasi selama 24 jam dari Merak hingga Pasuruan.

Selain itu, disiapkan pula sebanyak 20 unit mobil dispenser pengisi bahan bakar di titik khusus dan rawan macet seperti di Tol Cipali, Tol Pejagan-Pemalang hingga Gempol-Pasuruan. Pertamina juga menyiapkan Serambi Pertamax yang menjual bahan bakar Pertamax mulai dari 1 liter, 5 liter hingga 10 liter.

"Semuanya tersebar di 63 titik sepanjang tol baik fungsional maupun operasional," kata Adiatma.

Ia menambahkan, Pertamina juga telah menyiapkan sebanyak total 200 motoris pengangkut BBM untuk membantu pemudik yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah jalan.

Para petugas motoris itu akan dikawal oleh polisi saat pergi menghampiri pelanggan yang kendaraannya kehabisan bahan bakar tetapi lokasinya jauh dari SPBU.

BACA JUGA