GEMPA BUMI

Korban tewas gempa Ambon jadi 39 jiwa

Warga korban gempa Maluku berada di tenda yang dibuat secara mandiri di Negeri Oma, Pulau Haruku, Maluku, Selasa (1/10/2019).
Warga korban gempa Maluku berada di tenda yang dibuat secara mandiri di Negeri Oma, Pulau Haruku, Maluku, Selasa (1/10/2019). | Baronda /AntaraNews

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang menghantam Ambon, Maluku, masih bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan, sampai Selasa (8/10/2019), korban meninggal dunia berjumlah 39 jiwa. Sementara, korban luka—dari berat hingga ringan—sebanyak 1.578 jiwa.

“Pengungsi, sampai Senin malam, mencapai 170.900 jiwa,” kata Kepala BNPB Doni Monardo di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Dari hasil penelusuran dan evakuasi, jumlah rumah rusak berat terdampak gempa mencapai 1.273 unit, rumah sedang sebanyak 1.837 unit, dan rusak ringan sebanyak 3.245 unit.

Sementara untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum fasos) yang rusak mencapai 512 unit. “Malam ini saya diperintahkan Presiden Jokowi untuk kembali ke Ambon untuk memastikan penanganan pasca-bencana berjalan maksimal,” kata Doni.

Terkait bangunan yang rusak, Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera melakukan pendataan sehingga rekonstruksi bisa segera dilakukan.

Sementara untuk anggaran rekonstruksi sudah disiapkan oleh Kementerian Keuangan melalui dana on-call (siap pakai) khusus kebencanaan. Kendati demikian, otoritas terkait tidak menyebut dengan detail berapa besaran alokasi dana yang disiapkan untuk Ambon.

Untuk diketahui, besaran dana siap pakai yang dialokasikan selama 2019 mencapai Rp4,84 triliun, termasuk dana cadangan sebesar Rp474,4 miliar yang disimpan Kementerian PUPR untuk kedaruratan.

Terkait verifikasi tingkat kerusakan rumah masyarakat terdampak gempa, Kementerian PUPR telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku. Tindak lanjutnya akan disesuaikan dengan kewenangan BNPB.

Sedang untuk verifikasi gedung pemerintahan serta fasos dan fasus akan dilakukan oleh Tim Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR Bandung dan Balai Wilayah Makassar dengan koordinasi bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku.

Untuk penanganan di pengungsian, Kementerian PUPR juga telah menyalurkan bantuan air bersih ke korban yang mengungsi di sejumlah titik.

Bantuan yang disalurkan berupa fasilitas sarana dan prasarana (sarpras) seperti pemasangan tenda hunian darurat di Pos Pengungsian Desa Tulehu dan RSUD Dr. H Haelussy.

Total sarpras air bersih dan sanitasi yang telah dimobilisasi di lapangan yakni 7 unit Mobil Tangki Air (MTA), 13 unit Hindran Umum, 1 unit WC Portable, 2 unit Mobil Toilet Kabin, dan masing-masing 1 unit dumptruck, truk tinja, dan truk engkel.

“Kita juga manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA) terdekat maupun IPA bergerak untuk mensuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan persnya.

Kamis (26/9/2019) pagi Waktu Indonesia Timur (WIT), Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat diguncang gempa berkekuatan 6,8 magnitudo—kemudian dimutakhirkan menjadi 6,5.

Lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan, 128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 kilometer (km) Timur Laut Ambon-Maluku dengan kedalaman 10 km.

Sampai Senin (7/10/2019), gempa susulan masih terjadi dengan intens di Maluku. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan di Kairatu - Ambon sudah terjadi sebanyak 1.161 kali.

Sementara aktivitas gempa susulan yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat mencapai 123 kali.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR