OTT KPK

KPK angkut Wali Kota Kendari dan cagub Sultra

Dua orang penyidik Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) yang turut menangkap wali kota Kendari dan cagub Sultra di Kendari, Rabu (28/2/2018) subuh WITA.
Dua orang penyidik Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) yang turut menangkap wali kota Kendari dan cagub Sultra di Kendari, Rabu (28/2/2018) subuh WITA. | La Ode Pandi Sartiman /Beritagar.id

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (28/2/2018) sekira pukul 05.30 WITA. Ada tujuh orang yang ditangkap dalam OTT tersebut, termasuk Wali Kota (Walkot) Kendari Adriatma Dwi Putra dan mantan walkot Kendari Asrun.

Sosok terakhir adalah Asrun adalah eks wali kota Kendari dua periode (2007-2012 dan 2012-2017). Jabatannya kemudian "diserahkan" kepada Adriatma, putra kandungnya, yang memenangi pilkot Kendari 2016.

Asrun kini menjadi calon gubernur Sultra yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan berpasangan dengan mantan bupati Wakatobi dua periode, Hugua. Pasangan ini menggunakan akronim BERKAH dengan komposisi usungan PAN (9 kursi), PDIP (5 kursi), PKS (5 kursi), Gerindra (4 kursi), dan Hanura (3 kursi) atau menguasai 26 dari 45 kursi di DPRD Sultra.

Selain Adriatma dan Asrun, empat orang yang ditangkap adalah pejabat lain di lingkungan pemerintah kota Kendari. Sebelumnya KPK menangkap pengusaha distribusi cat dari kantornya di Jalan Syech Yusuf, Kendari, pada Selasa (27/2) sekitar pukul 22.30 WITA.

Menurut SultraKini, pengusaha termaksud berinisial AH. Lantas ada pula seorang petugas keamanan, dan dua orang perempuan dalam kelompok yang dibawa ke Polda Sultra.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritagar.id di Polda Sultra, tujuh orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra.

Hingga pukul 09.00 WITA, pemeriksaan belum selesai. KPK juga belum memberi keterangan resmi tentang kasus ini. Humas KPK Febridiansyah dan Kepala Bagian Publikasi dan Informasi KPK Priharsa Nurgraha pun belum menjawab saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Adapun Jawa Pos dengan mengutip sebuah sumber menulis OTT kali ini berhubungan dengan dugaan uang suap dari pengusaha terhadap kepala daerah untuk sebuah proyek pada Dinas Pekerjaan Umum Kendari.

Sementara beberapa penyidik KPK dengan mengenakan masker turun dari lantai dua gedung Direskrimsus Polda Sultra sekira pukul 08.30 WITA. Mereka pun tutup mulut.

Adapun Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Sunarto, membenarkan ada pemeriksaan terhadap tujuh orang --termasuk Adriatma dan Asrun. Namun Sunarto pun tak mau mengungkap informasi detail dan meminta pers bertanya langsung kepada KPK.

"Jadi ada kegiatan dari KPK yang tentunya ini agenda pekerjaan di sana dan kita tidak bisa mencampuri itu. Kita hanya membantu dan back up serta memberikan bantuan bila diminta KPK," ujarnya.

Di area parkir gedung Ditreskrimsus Polda Sultra pun terlihat mobil dinas Suzuki Ertiga dengan nomor polisi DT 1121 E. Belum diketahui dinas pemilik mobil tersebut.

Tim penyidik KPK sebenarnya sudah berada di Kota Kendari sejak beberapa waktu lalu. Mereka bolak-balik ke Kendari untuk menyelidiki dugaan korupsi penyertaan modal di PDAM Kota Kendari pada 2011.

Pada pertengahan Juli 2017, KPK melakukan penggeledahan di beberapa instansi kota Kendari. Antara lain di Kantor PDAM Tirta Anoa, Kantor BPKAD Kendari, DPRD Kendari, dan Dinas Pekerjaan Umum Kendari.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR