KASUS BLBI

KPK minta bantuan Interpol buru Sjamsul Nursalim dan istri

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif (kanan) dan Saut Situmorang (kiri) menggelar konferensi pers terkait tersangka baru kasus korupsi di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/6/2019).
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif (kanan) dan Saut Situmorang (kiri) menggelar konferensi pers terkait tersangka baru kasus korupsi di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/6/2019). | Reno Esnir /Antara Foto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat kepada National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia perihal bantuan pencarian melalui red notice atau daftar merah terhadap tersangka Sjamsul Nursalim (SJN) dan istrinya Itjih Nursalim (ITN).

Keduanya merupakan tersangka kasus korupsi terkait pemenuhan kewajiban pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) selaku obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

KPK juga telah mengirimkan surat kepada Kapolri terkait Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap dua tersangka tersebut.

"KPK juga telah mengirimkan surat pada Ses NCB Interpol Indonesia perihal bantuan pencarian melalui "red notice" terhadap tersangka SJN dan ITN," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah dikutip dari Antaranews, Kamis (21/11/2019).

Surat red notice tertanggal 6 September 2019 tersebut berisi uraian perkara yang melibatkan tersangka SJN dan ITN. Serta permohonan bantuan pencarian oleh Interpol.

Langkah berikutnya, lanjut Febri, sesuai dengan respons dari pihak NCB Interpol Indonesia maka akan mengagendakan pertemuan koordinasi dengan KPK sekaligus jika dibutuhkan dilakukan gelar perkara.

"Bantuan Polri dan NCB Interpol memiliki peran yang krusial untuk penanganan kasus dengan dugaan kerugian keuangan negara sekitar Rp4,8 triliun ini agar dapat berjalan secara maksimal," ujar Febri.

Dalam kasus ini, Sjamsul dan Itjih diduga merugikan keuangan negara Rp4,8 triliun. Kerugian itu lantaran piutang yang dijaminkan Sjamsul untuk membayar sisa BLBI berupa aset petambak kepada pemerintah, merupakan kredit macet.

Sebelumnya, KPK telah melakukan penyidikan dan menetapkan keduanya sebagai tersangka sejak 10 Juni 2019. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK telah berupaya memanggil Sjamsul dan Itjih dalam beberapa kali kesempatan. Bahkan surat panggilan telah dikirim ke kediaman Sjamsul di Indonesia dan Singapura. Teruntuk Indonesia, surat panggilan dikirim ke rumah tersangka yang beralamat di Simprug, Grogol Selatan, Jakarta Selatan.

Sementara untuk Singapura, surat panggilan dikirim ke 20 Cluny Road, Giti Tire Plt. Ltd. (Head Office) 150 Beach Road, Gateway West, 9 Oxley Rise, The Oaxley, dan 18C Chatsworth Rd.

Selain mengantarkan surat panggilan pemeriksaan tersebut, KPK juga meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengumumkannya di papan pengumuman kantor KBRI Singapura.

Namun, tak kunjung ada hasil. Kehilangan kesabaran, KPK akhirnya menetapkan Sjamsul dan Itjih sebagai DPO dan menerbitkan red notice untuk keduanya.

Masuk daftar orang terkaya

Berdasarkan data Forbes 2017, Sjamsul tercatat menjadi orang terkaya di Indonesia nomor 36.

Total kekayaan taipan ini mencapai AS $810 juta atau sekitar Rp11,3 triliun (asumsi kurs Rp14.000). Kekayaan Sjamsul diperoleh dari sejumlah bisnisnya di Tanah Air, terutama di sektor properti, batubara, dan ritel.

Bila menyebut nama Sjamsul Nursalim setidaknya ada tiga perusahaan yang memiliki keterkaitan.

Sjamsul saat ini tercatat memiliki saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP). Perusahaan yang mengoperasionalkan merek-merek, seperti Zara, Topshop, Steve Madden, Mango, Mark Spencer, Adidas, dan sejumlah merek asing lainnya.

Sjamsul juga diduga masih memegang kepemilikan pada perusahaan ban yang didirikannya PT Gajah Tunggal Tbk. Perusahaan tersebut memiliki pangsa pasar sebesar 30 persen di Asia Tenggara, Afria, dan Timur Tengah.

Ia juga disebut memiliki saham pada sejumlah perusahaan properti di Singapura, serta mengembangkan dan memiliki berbagai properti.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR