SOROTAN MEDIA

KPK pecat pegawai yang lalai saat kawal Idrus Marham

Tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham (kanan)  bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/4/2019).
Tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/4/2019). | Reno Esnir /Antara Foto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/7/2019), memecat dengan tidak hormat seorang pegawai dengan inisial M. Pegawai tersebut terbukti melanggar disiplin ketika mengawal terdakwa kasus korupsi PLTU Riau-1, Idrus Marham, yang tengah berobat.

Pelanggaran tersebut ditemukan oleh Ombudsman dan kemudian ditindaklanjuti oleh Direktorat Pengawasan Internal KPK.

Ketika Idrus izin berobat ke RS MMC, Jakarta, pada 21 Juni 2019, Ombudsman menemukan bukti bahwa M tidak lekat melakukan penjagaan. Ia diduga menerima imbalan beberapa ratus ribu rupiah untuk melonggarkan pengawasan.

Ringkasan

  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memecat M, pengawal tahanan yang bertugas mengawal terdakwa Idrus Marham.
  • Sebelumnya, mantan menteri sosial tersebut dikawal oleh pengawal tahanan saat izin berobat ke Rumah Sakit MMC pada 21 Juni 2019.
  • Setelah memeriksa bukti-bukti, Ombudsman Republik Indonesia menyimpulkan telah terjadi pelanggaran dalam pengawalan Idrus Marham saat izin berobat ke RS MMC.
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan lembaganya melakukan pemeriksaan dan penelusuran informasi tersebut dilakukan sendiri oleh Pengawasan Internal KPK dengan cara memeriksa pihak-pihak yang mengetahui dan mempelajari bukti-bukti elektronik yang telah didapatkan.
  • Febri menuturkan, PI KPK dalam pelaksanaan tugasnya akan terus menerapkan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran yang terjadi.
  • Selain memberikan sanksi terhadap pelanggaran tersebut, tekan Febri, pihaknya juga telah melakukan pengetatan terhadap izin berobat para tahanan.
  • M menjadi pegawai KPK sejak Februari 2018 sebagai pegawai tidak tetap KPK, sehingga sampai pemberhentian dilakukan ia telah bekerja di badan antirasuah itu selama satu tahun lima bulan.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh antaranews.com dengan 20 pemberitaan, diikuti peringkat kedua tribunnews.com dan detik.com dengan 9 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 03:00 hingga 22:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 13:00 WIB dengan total 15 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh okezone.com dengan 447 interaksi, diikuti peringkat kedua detik.com dengan 246 interaksi. Selanjutnya kompas.com dengan 182 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR