PELEMAHAN KPK

KPK sebut Saut Situmorang tidak mundur, tapi cuti

Mantan pemimpin KPK Tumpak Hatorangan Panggabean (kiri), Erry Riyana Hardjapamekas (kedua kiri), Taufiqurrahman Ruki (kedua kanan), dan Chandra Muhammad Hamzah (kanan) memberikan keterangan terkait polemik revisi UU KPK di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/9/2019).
Mantan pemimpin KPK Tumpak Hatorangan Panggabean (kiri), Erry Riyana Hardjapamekas (kedua kiri), Taufiqurrahman Ruki (kedua kanan), dan Chandra Muhammad Hamzah (kanan) memberikan keterangan terkait polemik revisi UU KPK di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/9/2019). | Reno Esnir /Antara Foto

Dinamika internal KPK berubah begitu cepat akhir-akhir ini. Akhir pekan lalu, satu per satu, para komisioner berusaha meletakan jabatannya. Dimulai pengunduran diri Wakil Ketua Saut Situmorang hingga pengembalian mandat kepada presiden oleh Ketua Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode M. Syarif.

Kini, semua itu berubah. Pengembalian mandat "ditolak" oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Senin (16/9/2019). Menurut Jokowi, dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, tidak ada opsi pengembalian mandat.

"Jadi, bijaklah kita dalam bernegara," kata Jokowi.

Tak lama berselang, giliran dari Gedung Merah Putih --markas KPK di daerah Kuningan, Jakarta Selatan-- terdengar kabar lainnya. KPK menyatakan tak ada pengunduran diri para komisionernya.

"Saya sampaikan hasil pembicaraan dengan pimpinan KPK...bahwa pimpinan KPK tidak ada satu pun yang mengundurkan diri," ucap eks-Komisioner KPK, Erry Riyana, seperti dilansir Tribunnews.

Pagi itu, Erry tidak datang sendirian ke Gedung KPK. Pun demikian dengan para pemimpin KPK jilid I dan II, seperti Taufiequrachman Ruki, Tumpak Hatorangan Panggabean, dan Chandra M. Hamzah.

Selain eks-komisioner, terlihat pula mantan petinggi KPK masa lalu. Di antaranya Junino Jahja (mantan Deputi Pengawasan), Eko Soesamto Tjiptadi (mantan Deputi Pencegahan), Roni Ihram Maulana (mantan Direktur Monitoring) dan Ina Susanti (mantan Direktur Informasi dan Data).

Para eks-petinggi KPK tersebut datang untuk menanyakan kondisi teranyar lembaga tersebut yang disebut kalangan aktivis antikorupsi sedang berusaha dilemahkan. Dari pihak KPK, hanya Saut yang tidak hadir.

"(Dalam pertemuan) yang tadi satu-satunya tidak hadir pak Saut Situmorang. Meminta cuti dan disepakati diberikan cuti dua minggu," katanya.

Hal ini dikonfirmasi oleh Agus Rahardjo. "Pak Saut cuti. Belum belum (mundur). (Cuti) seminggu kalau enggak salah," kata Agus usai pelantikan Sekretaris Jenderal dan Direktur Penuntutan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (16/9), dalam Kompas.com.

Tak menolak tapi dengarkan aspirasi

Dalam pertemuan tersebut, para eks-petinggi KPK tak hanya menanyakan soal kondisi komisioner KPK saat ini. Pun demikian mendengar keluhan terkait revisi UU KPK. Menurut Tumpak Hatorangan, para komisioner KPK saat ini bukan menolak mentah-mentah RUU KPK.

Komisioner KPK jilid pertama itu mengatakan pimpinan KPK saat ini tidak diajak untuk membahas revisi. Padahal, katanya, mereka memiliki materi yang paling sesuai untuk direvisi.

"Kami berharap harus ada pembahasan. Dari KPK tentunya akan memberi bahasan dan KPK juga tidak serta merta menolak mentah-mentah, tidak," kata Tumpak dalam Tempo.co.

Sedangkan Taufiequrachman Ruki berharap, pemerintah dan DPR, khususnya di Komisi III, mempertimbangkan aspirasi yang muncul dari masyarakat. Sehingga pembahasan mengenai revisi undang-undang tersebut tidak terburu-buru.

"Diperbanyak menyerap aspirasi, pendapat. Karena sejak 2017, dengan berbagai alasan sejumlah pihak, belum pernah dilakukan kebijakan yang intens mengenai apa saja yg akan diubah dan bagaimana mengubahnya," kata Ruki.

Lebih lanjut Ruki menyayangkan penggarapan RUU KPK di DPR sangat tertutup dan tergesa-gesa. "Jangan sampai kita menyesali akibat ketergesa-gesaan," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa revisi UU KPK bakal diusahakan rampung pada DPR periode 2014-2019. "Semua selesai (tahun ini). Selesai nggak selesai, semua undang-undang sangat tergantung pemerintah dan DPR," kata Bambang, dalam detikcom.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR