SOROTAN MEDIA

KPK sesalkan pelaporan Novel Baswedan

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai mendesak presiden mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan, di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (11/4/2019).
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai mendesak presiden mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan, di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (11/4/2019). | Andreas Fitri Atmoko /Antara Foto

Polda Metro Jaya telah menerima laporan politikus PDIP Dewi Tanjung ihwal penyidik senior KPK, Novel Baswedan, Rabu (6/11/2019). Novel dilaporkan dengan tuduhan menyebarkan berita bohong soal kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

Dewi menilai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu telah merekayasa kasus penyiraman air keras. Menurut dia banyak kejanggalan dalam kasus tersebut, misalnya efek air keras yang hanya merusak bagian mata, tetapi tidak merusak hingga bagian pipi.

Kuasa hukum Novel, Muhammad Isnur, menanggapi aksi Dewi itu di luar nalar dan batas kemanusiaan, serta sudah mengarah pada fitnah. Sedangkan Novel membantah keras pernyataan Dewi, dan menyebut politikus PDIP itu ngawur.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, menyayangkan pelaporan tersebut. Menurutnya Novel adalah korban penyiraman air keras yang pelakunya hingga kini masih diburu. Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta kasus Novel pun menyebut Novel sebagai korban.

Ringkasan

  • Tim advokasi Novel Baswedan menilai laporan politikus PDI Perjuangan Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya yang menyebut penyerangan terhadap Novel rekayasa adalah laporan yang tidak jelas atau ngawur.
  • Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung menuding jika kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan adalah rekayasa.
  • Dewi Tanjung, perempuan kelahiran 15 Januari 1980 tersebut menuduh Novel merekayasa kasus teror air keras yang menyebabkan mata mantan polisi itu rusak.
  • Pasal yang dikenakan yakni Pasal 26 ayat (2) junto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19/2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1/1946 tentang peraturan hukum pidana.
  • Jubir KPK, Febri Diansyah menyayangkan pelaporan itu, dan menyoroti maraknya penyerangan terhadap Novel di media sosial dengan tuduhan serupa.
  • Menurut Novel Baswedan, pernyataan Dewi sama saja dengan menghina lima rumah sakit; tiga rumah sakit di Indonesia dan dua rumah sakit di Singapura yang pernah merawatnya.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 29 pemberitaan, diikuti peringkat kedua detik.com dengan 7 pemberitaan. selanjutnya kompas.com dengan 5 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 15:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 06:00 WIB dengan total 22 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh cnnindonesia.com dengan 6814 interaksi, diikuti peringkat kedua detik.com dengan 3630 interaksi. Selanjutnya kompas.com dengan 2400 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR