PENINDAKAN KORUPSI

KPK tangkap anggota DPR Nyoman Dhamantra

Foto ilustrasi. Penyidik menunjukkan barang bukti uang kasus korupsi di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (30/12/2018) dini hari.
Foto ilustrasi. Penyidik menunjukkan barang bukti uang kasus korupsi di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (30/12/2018) dini hari. | Galih Pradipta /Antara Foto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap anggota Komisi VI DPR Nyoman Dhamantra di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, hari ini (8/8/2019). Anggota DPR dari Fraksi PDIP itu ditangkap seusai mendarat dari Bali.

Keberadaan Nyoman di Bali belum diketahui. Apakah dirinya pulang kampung atau menghadiri Kongres PDIP di Hotel Grand Inna, Sanur.

"Telah berada di KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Juru bicara KPK, Febri Diansyah, dilansir Kumparan yang menyebut Nyoman tiba sekitar pukul 14.40 WIB.

Penangkapan Nyoman merupakan buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta terhadap 11 orang pada Rabu (7/8) malam hingga Kamis (8/8) dini hari WIB. Dua di antara yang ditangkap adalah staf ahli anggota DPR dan belakangan pembantu Nyoman serta seorang pengusaha importir.

Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang dalam pecahan dolar AS dan bukti transfer uang senilai Rp2 miliar melalui money changer. KPK menduga uang itu untuk anggota DPR dari Komisi VI yang mengurusi bidang perdagangan, perindustrian, dan investasi.

Ketua KPK Agus Raharjo mengungkapkan OTT tersebut diduga terkait suap rencana impor bawang putih ke Indonesia. KPK belum menjelaskan detail perkaranya dan masih punya waktu hingga malam ini untuk menentukan tersangka dalam kasus ini.

Sedangkan Politisi PDIP Djarot Saiful Hidayat menyinggung pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada para kader agar menjauhi praktik korupsi. "Semalam Bu Mega sudah ingetin betul kita antikorupsi. Kalau mereka ada yang seperti itu, bukan kader kita," ujar bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta ini di Sanur, Bali, Kamis (8/8).

Sementara itu Wakil Ketua DPR Fadli Zon menunggu perkembangan dan keterangan resmi KPK soal OTT yang diduga melibatkan anggota lembaganya. Fadli mengaku hanya tahu soal kasus ini dari media.

"Nanti setelah ada pengumuman resmi, kita lihat," kata Fadli dilansir CNNIndonesia.com.

Anggota Komisi VI DPR yang lain dan juga berasal dari Fraksi PDIP Aria Bima mengaku belum tahu detail OTT KPK ini. Aria juga mengelak apakah ada pembahasan soal impor bawang putih di Komisi VI karena dirinya sibuk kampanye pada Pemilu 2019.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR