SOROTAN MEDIA

KPK tetapkan 4 tersangka baru dalam kasus korupsi e-KTP

Foto ilustrasi. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif (kanan) didampingi juru bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers tentang penetapan tersangka kasus korupsi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/5/2019).
Foto ilustrasi. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif (kanan) didampingi juru bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers tentang penetapan tersangka kasus korupsi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/5/2019). | Reno Esnir /Antara Foto

Kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP) memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka baru, Selasa (13/8/2019).

Empat tersangka itu adalah Miryam S Haryani, Isnu Edhi Wijaya, Husni Fahmi, dan Paulus Tannos. Bagi Miryam, ini adalah status tersangka baru setelah ia mendapat vonis hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan karena memberi kesaksian palsu dalam kasus ini.

Ringkasan

  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjelaskan bahwa peran Miryam sebagai anggota Komisi II DPR periode 2014-2019 adalah meminta "uang jajan" senilai AS $100 ribu kepada Mantan Direktur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman pada Mei 2011.
  • Irman, yang sekarang sudah menjadi terpidana kasus ini, menyanggupinya dan melakukan transaksi di sebuah SPBU di Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam transaksi Miryam diwakili oleh asistennya.
  • Selain itu, Miryam juga diduga menerima uang beberapa kali dari Irman dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Sugiharto pada kurun 2011-2012.
  • Saut mengatakan Miryam diduga memperkaya diri hingga AS $1,2 juta melalui proyek pengadaan e-KTP.
  • Sementara itu. tiga tersangka lain adalah dari kalangan swasta yang bertanggung jawab pada urusan vendor e-KTP melalui konsorsium PNRI.
  • Keempat tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
  • Sebelumnya, kasus ini melahirkan sembilan orang terpidana --termasuk Miryam karena kesaksian palsu. Delapan orang lainnya adalah Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, dan Markus Nari.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 11 pemberitaan, diikuti peringkat kedua antaranews.com dengan 5 pemberitaan. selanjutnya jawapos.com dengan 3 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 05:00 hingga 22:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 18:00 WIB dengan total 11 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh suarasurabaya.net dengan 443 interaksi, diikuti peringkat kedua kompas.com dengan 369 interaksi. Selanjutnya cnnindonesia.com dengan 268 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR