KPK tetapkan Sekjen Nasdem sebagai tersangka

Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella (kiri) bersama Ketua DPP Partai Nasdem Enggartiasto Lukita seusai memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Senin, 2 Maret 2015.
Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella (kiri) bersama Ketua DPP Partai Nasdem Enggartiasto Lukita seusai memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Senin, 2 Maret 2015. | Imam Sukamto /TEMPO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella sebagai tersangka. Patrice diduga menerima suap terkait penanganan perkara dugaan korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Penyidik telah menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup yang kemudian menetapkan saudara PRC (selaku anggota DPR) sebagai tersangka," ujar Pelaksana tugas Wakil Ketua KPK, Johan Budi di kantornya, Jakarta, Kamis (15/5/2015) seperti dikutip Viva.co.id.

Menurut Johan, Patrice diduga berperan dalam menangani kasus tersebut.

CNN Indonesia menulis, Rio Capella diduga menerima duit dari Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti.

Johan mengungkapkan, dalam kasus ini Gatot dan Evy diduga ingin mengamankan kasus Bansos yang disidik oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atau Kejaksaan Agung.

Tak hanya Rio, dalam kasus ini KPK juga menetapkan Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti sebagai tersangka.

Menurut Johan, demikian Kompas menulis, Gatot dan Evy diduga memberi hadiah atau janji kepada Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella terkait penanganan perkara yang ditangani Kejaksaan Agung tersebut.

Sebelumnya KPK juga telah menetapkan Gatot dan Evy sebagai tersangka suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan. Kasus bermula dari munculnya surat penyelidikan oleh Kejaksaan Tinggi Sumut terkait dugaan korupsi dana Bansos.

Dalam kasus ini, KPK juga menjerat pengacara Otto Cornelis Kaligis, Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan, dan dua hakim Darmawan Ginting dan Amir Fauzi sebagai tersangka.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR