KPR bunga rendah untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pengunjung menghadiri Pameran Indonesia Property 2017 di JCC, Jakarta, Minggu (17/2/2017)
Pengunjung menghadiri Pameran Indonesia Property 2017 di JCC, Jakarta, Minggu (17/2/2017) | Muhammad Adimaja /ANTARAFOTO

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menawarkan keuntungan lain bagi para pesertanya.

Para peserta kini bisa mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bunga yang sangat rendah hanya dengan menunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Tak hanya untuk mengajukan kepemilikan rumah baru saja, bunga rendah ini juga berlaku untuk pinjaman renovasi perumahan (PRP), pinjaman uang muka perumahan (PUMP), dan kredit konstruksi bagi pengembang.

Pemberian manfaat ini dibagi untuk dua golongan. Pertama, peserta yang masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan kedua kepada peserta non-MBR.

Untuk MBR, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan maksimal KPR dan PUMP hingga 99 persen dari harga rumah yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Atau dengan kata lain, anggota hanya cukup membayar uang muka 1 persennya saja dari total harga rumah tersebut.

Sementara bagi peserta non-MBR, pemberian KPR maksimal adalah 95 persen dari harga rumah maksimal sebesar Rp500 juta. PUMP tidak diperkenankan bagi pekerja pada kategori ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/10/PBI/2015.

Adapun besaran dana pinjaman maksimal PRP untuk merenovasi rumah pekerja adalah Rp50 juta.

Terakhir, untuk pembiayaan kredit konstruksi khusus pengembang perumahan yang khusus membangun rumah tapak atau rumah susun bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Patokan besaran bunga pembiayaan rumah dan KPR ini merujuk pada Rate Bank Indonesia Reserve Repo (BI-RR) dengan rincian sebagai berikut:

  • Jenis pinjaman KPR subsidi/bagi MBR, bunga sebesar 5 persen. Untuk jenis pinjaman non-MBR, bunga sebesar BI RR+3 persen selama jangka waktu 20 tahun
  • Jenis pinjaman PUMP subsidi/bagi MBR, bunga sebesar BI RR+3 persen dengan jangka waktu tidak lebih dari 15 tahun
  • Jenis pinjaman renovasi perumahan, bunga sebesar BI RR+3 persen dengan jangka waktu 10 tahun
  • Jenis pinjaman kredit konstruksi, bunga sebesar BI RR+4 persen dengan maksimal pinjaman sebesar 80 persen dari RAB (Rancangan Anggaran Bangunan) selama 5 tahun.

Persyaratan dan prosedur pengajuan

Ada lima persyaratan utama bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat menikmati fasilitas lain ini. Pertama, peserta telah terdaftar aktif minimal selama satu tahun.

Kedua, perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan iuran serta tidak berstatus Perusahaan Daftar Sebagian (PDS) upah maupun tenaga kerja.

Ketiga, belum memiliki rumah sendiri. Keempat, untuk renovasi rumah, dana digunakan hanya untuk renovasi rumah atas nama pekerja itu sendiri.

Kelima, peserta yang mengajukan pinjaman telah lolos verifikasi kredit dari bank penyalur yang bekerja sama. Saat ini BPJS Ketenagakerjaan baru bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk penyaluran kredit ini.

Sementara untuk prosedur pinjaman dimulai dengan peserta mengajukan fasilitas KPR, PUMP, atau PRP ke bank yang bekerjasama (BTN), dengan menyertakan salinan bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Kemudian, bank akan melakukan verifikasi dan pengecekan dengan Bank Indonesia (BI checking). Setelah melewati verifikasi awal, bank akan melanjutkan verifikasi keanggotaan ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan akan mengirimkan formulir persetujuan kepada bank kerjasama untuk diproses, yang kemudian dikonfirmasikan oleh bank kerjasama kepada peserta yang mengajukan kredit.

Pada proses ini, kantor cabang maupun bank memiliki kewenangan untuk menolak pengajuan kredit oleh peserta.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR