GEGER HOAKS

KPU Sumut polisikan penyebar hoaks surat suara

Ilustrasi pekerja melipat surat suara di KPU Badung, Bali, Senin (25/2/2019).
Ilustrasi pekerja melipat surat suara di KPU Badung, Bali, Senin (25/2/2019). | Fikri Yusuf /Antara Foto

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Sumatera Utara dan KPU Kota Medan melaporkan dua penyebar video hoaks pencoblosan surat suara ke Polda Sumatera Utara (Sumut), Minggu (3/3/2019). Video tersebut dinilai bisa memprovokasi dan menjelekkan nama baik lembaga penyelenggara Pemilu.

Hoaks itu diketahui diunggah oleh akun Facebook Muhamad Adrian dan Kusmana. Dalam unggahannya, Adrian menambahi keterangan yang bernada provokatif. Adrian menulis "Memang keparat kau KPU di Sumatera Utara, surat suara sudah tercoblos 01 semua?".

Sedangkan Kusmana malah menuding, video yang menggambarkan kericuhan terjadi di KPU Kota Medan. Padahal video tersebut adalah kericuhan di Kabupaten Tapanuli Utara, pada Pilkada serentak yang lalu.

"KPU Medan digrebek warga sedang mencoblos surat suara 01. Kecurangan sudah mulai terlihat secara nyata. Keburukan rezim Jokowi dan kualisinya mulai terbongkar. Penguasa bangsat," tulis Kusmana dalam video yang diunggah Sabtu (2/3/2019).

Tangkapan layar video hoaks yang menuding KPU Medan.
Tangkapan layar video hoaks yang menuding KPU Medan. | Istimewa /Facebook

Ketua KPU Sumut, Yulhasni menyatakan video itu bohong dan hoaks. Menurut Yulhasni, peristiwa di video itu adalah kericuhan saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara 2018. Saat itu, massa yang tidak puas dengan hasil rekapitulasi suara di salah satu tempat pemungutan suara (TPS), di Desa Siborongborong, Tapanuli Utara. Bukan di Medan.

"Memang itu peristiwa lama yang sudah terjadi di KPU Tapanuli Utara sudah selesai kasusnya," ujarnya, di Jakarta, seperti dinukil dari Kompas.com, Minggu (3/3/2019) sore. Yulhasni mengakui, massa dalam video tersebut sempat berteriak '01'. Namun, teriakan tersebut bukan merujuk pada pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Kebetulan memang yang menang petahana yang kebetulan juga nomor urut 01. Jadi kalau mendengar video itu teriakan '01' sebenarnya karena mereka protes mengingat petahana dianggap melakukan kecurangan dan KPU dianggap terlibat," kata Yulhasni.

Maka KPU melaporkannya ke polisi. Sebab jika dibiarkan, video itu semakin melebar dan membentuk persepsi publik.

Sementara itu Ketua KPU Medan Agussyah Damanik menjelaskan, video yang disebar itu fitnah. Agussyah membantah ada kerusuhan. Apalagi soal surat suara tercoblos. "Kami menyatakan informasi itu sama sekali tidak benar. Bahwa kondisi logistik surat suara kita tersimpan aman di gudang eks Bandara Polonia," kata Agussyah, Minggu (3/3/2019), seperti dikutip dari Jawapos.com.

Saat ini, surat suara tersimpan dengan aman di gudang eks Bandara Polonia Medan dan dijaga aparat kepolisian selama 24 jam. Agussyah berharap kepolisian menyelidiki dan pelakunya cepat terungkap.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada Medanbisnisdaily menegaskan, akan menyelidiki kasus serangan hoaks ini. Mereka akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap siapa pelaku penyebar hoaks.

Sebab hoaks bisa menyebabkan kepanikan dan berpotensi memancing konflik di tengah masyarakat. "Polda Sumut akan mengungkap dan akan melakukan penindakan. Kami tidak main-main," ujarnya, Minggu (3/3/2019).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR