KREDIT KENDARAAN

Kredit otomotif kini bisa dengan uang muka 0 persen

Sejumlah pemilik memeriksa mobil yang baru diterimanya, saat penyerahan perdana 200 unit kepada konsumen Indonesia  di Jakarta, Sabtu (13/10/2018).  OJK kini membolehkan perusahaan pembiayaan memberi kredit otomotif dengan uang muka 0 persen.
Sejumlah pemilik memeriksa mobil yang baru diterimanya, saat penyerahan perdana 200 unit kepada konsumen Indonesia di Jakarta, Sabtu (13/10/2018). OJK kini membolehkan perusahaan pembiayaan memberi kredit otomotif dengan uang muka 0 persen. | Zarqoni Maksum /Antara Foto

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini mengizinkan perusahaan pembiayaan (leasing) memberi kredit otomotif tanpa uang muka alias down payment 0 persen. Izin ini dituangkan dalam POJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang diundangkan 28 Desember 2018.

Tapi izin ini tak diberikan kepada semua perusahaan pembiayaan. Hanya mereka yang keuangannya sehat dan memiliki tingkat kredit macet (non performing financing/NPF) maksimal 1 persen.

Pada pasal 20 aturan itu disebutkan, yang sesuai dengan kriteria itu bolah memberikan kredit sepeda motor roda dua, dengan uang muka 0 persen dari harga jual kendaraan. Selain itu untuk kredit kendaran roda empat atau lebih juga dibolehkan dibeli tanpa uang muka. Baik yang dicicil memakai pembiayaan investasi maupun pembiayaan multiguna.

Namun perusahaan multipembiayaan (multifinance) mengaku masih ragu memberikan kredit dengan uang muka 0 persen ini kepada masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyatakan, banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan sebelum perusahaan benar-benar memberi uang muka 0 persen, terutama kepada nasabah perorangan. Misalnya, profil risiko nasabah. Lain soal jika relaksasi ini diberikan ke nasabah korporat.

"Misalnya, satu korporat memberikan fasilitas mobil bagi para manajernya dan mereka mau memanfaatkan DP 0 persen. Perusahaannya juga cukup bonafide. Bisa saja DP 0 persen diberikan oleh multifinance, karena kan cicilan dibayarkan ke perusahaan. Jadi, memang pengembaliannya terjamin," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/1/2019).

Perusahaan pembiayaan hati-hati menjaga agar tak terjerat kredit macet. Sejak tahun lalu, mereka belum tentu mau memberi kredit tanpa uang muka. Direktur utama Wahana Ottomitra Multifinance (WOM) Djaja Sutandar menjelaskan, aturan uang muka 0 persen untuk kredit kendaraan memang bagus untuk industri pembiayaan.

"Menurut saya memang akan membantu industri, tapi tidak besar karena DP 0% risikonya jadi tinggi. Kami masih pertimbangkan penerapannya," ujar Djaja saat dihubungi detikFinance, Senin (20/8/2018).

Saat ini, kata Suwandi, rasio kredit macet industri multifinance mulai membaik, setelah sempat membengkak beberapa waktu lalu. Ia tak mau kredit macet itu kembali melesat gara-gara uang muka 0 persen.

Menurut juru bicara OJK Sekar Putih Djarot, uang muka 0 persen ini bisa mendukung pertumbuhan sektor riil. Selain itu, aturan ini bertujuan untuk mengembangkan kinerja piutang pembiayaan alias perusahaan multipembiayaan.

Kredit dengan uang muka 0 persen ini juga tak wajib. Pada praktiknya, kata dia, perusahaan pembiayaan cukup hati-hati dan jarang menggunakannya. "Bervariasi, tergantung risk appetite dan penilaian risiko dari perusahaan itu sendiri," ujarnya, Senin, (26/11/2018) seperti dinukil dari Tempo.co.

OJK dalam Statistik Lembaga Pembiayaan yang dirilis pada November 2018 menyebutkan, pembiayaan yang disalurkan perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 5,14 persen year-on-year. Sedangkan tingkat kredit macet berada pada level 2,83 persen (gross) dan 0,79 persen (nett).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR