KISRUH LAPAS

Kronologi kerusuhan Lapas Malabero Bengkulu

Petugas gabungan TNI dan POLRI mengevakuasi tahanan saat kebakaran yang dipicu aksi tawuran dan tembak menembak antar napi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Malabero Kota Bengkulu, Jumat (25/3). Sebanyak 256 narapidana dievakuasi dan akan direlokasi ke Lapas Bentiring yang daya tampungnya lebih besar.
Petugas gabungan TNI dan POLRI mengevakuasi tahanan saat kebakaran yang dipicu aksi tawuran dan tembak menembak antar napi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Malabero Kota Bengkulu, Jumat (25/3). Sebanyak 256 narapidana dievakuasi dan akan direlokasi ke Lapas Bentiring yang daya tampungnya lebih besar. | David Muharmansyah /Antara

Lima narapidana tewas usai kerusuhan terjadi di lembaga pemasyarakatan Malabero, Bengkulu terjadi Jumat (25/3/2016). Kerusuhan dipicu karena napi Blok A tak terima kawan mereka dicokok oleh Badan Narkotika Provinsi (BNP) Bengkulu.

Menurut Wakil Direktur Narkoba Polda Bengkulu AKBP Supriadi awalnya, BNP Bengkulu menggeledah salah satu kamar tahanan dengan sasaran Aceng. Hasilnya, ditemukan barang bukti setengah kantong sabu. Aceng dan tahanan lainnya dicokok.

Proses penggeledahan oleh petugas BNN Provinsi berlangsung kondusif. Provokasi mulai terjadi saat pemeriksaan barang bukti. BNP mengembangkan pemeriksaan peredaran narkoba di dalam Lapas. "Tapi ada tahanan lain yang memprovokasi," kata dia seperti dikutip dari Jawapos.com. Maka, puluhan tahanan mengamuk. Mereka membuat kerusuhan, memukul-mukul jeruji besi kamar. Kerusuhan pecah saat kelompok tahanan dari salah satu kamar berhasil keluar dari kamar.

Mereka diduga merusak kunci gembok dan menjebol tembok. Mereka langsung melempari petugas dengan batu dan kayu. Petugas BNP dan petugas Lapas yang jumlahnya tak sebanding dengan jumlah tahahan, segera keluar membawa Aceng dan tiga tahanan lain beserta barang bukti.

Pukul 20.30 WIB, kerusuhan pecah. Petugas keluar mengunci seluruh lapis pintu gedung utama Lapas. Sementara ratusan napi terus mengamuk. Mereka memecahkan kaca dan melempari petugas dengan batu.

Sepuluh menit kemudian bantuan gabungan dari Polri dan TNI datang. Seluruh celah keluar dari Lapas dikunci guna mengantisipasi tahanan kabur.

Suara tembakan pecah guna meredam tahanan yang mengamuk. Tapi justru malah membuat mereka makin mengamuk.

Sekitar pukul 21.15 WIB, asap mengepul dari arah ruang depan Blok A. Diduga menjadi titik awal api. Kobaran api mulai tampak dari luar Rutan sekitar pukul 21.30 WIB. Tampak dua titik api dari arah Blok A.

Petugas gabungan mulai masuk ke dalam rutan untuk melakukan evakuasi.Setengah jam kemudian, napi-napi itu mulai dievakuasi.

Napi lainnya diselamatkan. Salah satunya mantan Bupati Mukomuko, Ichwan Yunus. Ichwan yang baru sebulan lalu divonis 1,5 tahun itu, dikawal keluar rutan oleh petugas. Sama seperti napi lainnya, ia hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada. Dua jam lebih usai kejadian, situasi baru bisa dikendalikan. "Seluruh tahanan yang berhasil dievakuasi dititipkan dulu ke Lapas Bentiring," kata Kepala Polda Bengkulu, Brigjen Pol. M Ghufron seperti dikutip dari JPNN.

Menurut Kabag Humas Ditjen Lapas Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi Prabowo, akibat kerusuhan itu lima napi tewas dan tiga blok hunian rutan pun terbakar habis. Kepada detikcom, Akbar menyatakan, jumlah penghuni sebelum kejadian ada 259. Laporan terakhir tahanan yang berhasil dievakuasi ke Lapas Bengkulu di Bentiring berjumlah 252 orang, 1 dicokok BNP, 1 orang masuk RS dan 5 orang terbakar di kamar 7 Blok A.

Lapas Malabero sebelumnya memang melebihi kapasitas. Kapasitasnya 250 orang tapi dihuni 758 napi. Baru awal bulan kemarin, 536 napi dipindahkan ke Lapas Bentiring.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR