PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Kronologi penangkapan Andi Arief dan besarnya bisnis narkoba di Indonesia

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief (tengah), usai bertemu dengan petinggi Partai Demokrat di rumah SBY, Jakarta, Jumat (10/8/2018).
Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief (tengah), usai bertemu dengan petinggi Partai Demokrat di rumah SBY, Jakarta, Jumat (10/8/2018). | Muhammad Adimaja /Antara Foto

Polisi menangkap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, karena diduga memakai narkoba jenis sabu-sabu. Andi ditangkap di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Minggu (3/3/2019) malam.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal menyatakan, status Andi Arief masih terperiksa. "Benar bahwa yang ada di kamar tersebut adalah saudara AA. Beberapa yang diduga barang bukti seperangkat alat untuk menggunakan narkoba sudah kami sita," kata Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019), seperti dipetik dari detikcom.

Andi Arief sudah menjalani tes urine dengan hasil dinyatakan positif mengonsumsi sabu. Saat ini, polisi juga tengah memeriksa sejumlah saksi. "Diduga kuat saudara AA hanya sebatas pengguna. Namun proses pemeriksaan, pendalaman secara scientific akan kami rampungkan secepatnya," kata Iqbal.

Elizabeth Ratna Sari, Public Relation Manager Menara Peninsula Hotel menceritakan, polisi datang dengan surat resmi sekitar pukul 20.50 WIB. Mereka meminta pihak hotel mendampingi penggeledahan.

Berdasarkan surat tugas yang ditunjukkan polisi, diketahui personel yang menggeruduk Andi Arief berjumlah 10 orang. "Dari Bareskrim dan BNN," kata Elizabeth, seperti dikutip dari IDNTimes.

Lalu, para polisi bersama petugas dari hotel menuju ke kamar 1214 di lantai 12. Di kamar inilah polisi mendapati Andi Arief. Polisi menggeledah selama sekitar empat jam. Penggeledahan baru selesai sekitar pukul 1, Senin (4/3/2019) dini hari. Polisi menemukan barang bukti antara lain, alat pakai sabu berupa bong dan cangklong.

Hingga berita ini ditulis Senin (4/3/2019) sore, belum ada pernyataan dari Andi Arief ataupun pengacara yang mewakilinya. Andi kini ditahan di sel l sementara Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, di Cawang, Jakarta Timur. Dalam foto yang beredar, Andi duduk di balik teralis besi di ruangan bersama tumpukan kardus.

Polisi menduga Andi adalah korban. "Bisa dikatakan korban, kami prihatin sekali, Mabes Polri pihatin sekali," ujar Iqbal, Senin (4/3). Kemungkinan Andi akan direhabilitasi.

Partai Demokrat mengaku kaget dengan penangkapan ini. Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengaku kaget Andi ditangkap karena kasus narkoba. "Seperti petir di siang bolong," kata Imelda, kepada Kompas.com, Senin (4/3/2019). Pengurus partai itu langsung menggelar rapat karena penangkapan ini.

Narkoba akrab bagi artis dan politisi

Penyalahgunaan narkoba akrab bagi kalangan artis dan politisi. Sabtu (2/3/2019) pekan lalu, masih hangat soal penangkapan Sandy Tumiwa. Aktor itu ditangkap karena mengonsumsi narkoba yang sama dengan Andi Arief, sabu-sabu.

Politisi tak jauh beda. Menurut penelusuran detikcom, setidaknya ada 8 politisi yang tertangkap menyalahgunakan narkoba. Salah satunya Indra J Piliang. Politisi yang pernah berlabuh di PAN dan Golkar itu pada September 2017 ditangkap karena positif menggunakan sabu.

Menurut data dari Havascope, lembaga penyedia data perdagangan gelap, nilai perdagangan narkoba di Indonesia pada 2018 menduduki peringkat kedua di ASEAN, setelah Filipina. Narkoba di Filipina yang diperdagangkan tahun lalu mencapai $8,4 miliar AS, dua kali lipat lebih dari nilai perdagangan di Indonesia yang mencapai $4 miliar AS. Jumlah ini setara Rp56,4 triliun.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR