PERTUMBUHAN EKONOMI

Kufur nikmat pertumbuhan ekonomi ala Jokowi

Presiden Joko "Jokowi" Widodo memberi sambutan dalam Perayaan Imlek Nasional 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/2/2019). Dalam kesempatan ini,  Jokowi mengomentari pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Presiden Joko "Jokowi" Widodo memberi sambutan dalam Perayaan Imlek Nasional 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/2/2019). Dalam kesempatan ini, Jokowi mengomentari pertumbuhan ekonomi Indonesia. | Wahyu Putro A. /Antara Foto

Pertumbuhan ekonomi Indonesia meleset dari target. Namun, Presiden Joko "Jokowi" Widodo tetap menikmati karena angkanya dinilai tetap bagus walau gagal capai target.

"Ya patut kita syukuri. Alhamdulilah, 5,17 itu sebuah angka yang baik kalau dibandingkan negara-negara lain, negara dari kelompok G20," ujar Jokowi usai menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2019).

Ekonomi Indonesia sepanjang 2018 tumbuh 5,17 persen, sebuah angka yang lumayan mengejutkan. Angka ini naik secara year on year jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada 2017, 5,07 persen.

Angka itu adalah pencapaian tertinggi yang pernah dicatat Indonesia selama masa pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo - Jusuf Kalla. Namun, ia tidak memenuhi target pertumbuhan 7 persen yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019.

Melihat target itu, Bank Indonesia pun hanya sempat memperkirakan pertumbuhan maksimal 5,4 persen. Jadi bila diambil rerata selama lima tahun, 5,17 persen adalah angka terbaik selama rezim Jokowi.

"Kita ini sudah masuk ke dalam kelompok negara G20. Produk Domestik Bruto (PDB) kita juga sudah lebih dari AS $1 triliun, lantas inflasi 3,13 juga rendah. Ini patut kita syukuri," sambung Jokowi.

G20 adalah kelompok negara yang mewakili 90 persen PDB dunia, 80 persen perdagangan global, dan memiliki 2/3 populasi dunia. Di dalamnya antara lain terdapat Amerika Serikat (AS), Jepang, Jerman, Prancis, Tiongkok, dan India.

PDB Indonesia kini mencapai Rp14.837,4 triliun dengan rata-rata pendapatan per kapita penduduk sebesar $3.927 AS atau Rp56 juta. Bila merujuk pada standar Bank Dunia, artinya Indonesia sudah masuk kelas negara berpenghasilan menengah ke atas.

Bank Dunia punya empat standar kelompok pendapatan. Masing-masing kelompok rendah dengan pendapatan per kapita per tahun $995 ke bawah, pendapatan menengah ke bawah $996-3.895, negara berpendapatan menengah ke atas $3.896-12.055, dan negara pendapatan tinggi atau maju di atas $12.056.

Adapun PDB adalah sebuah ukuran total nilai barang dan jasa yang dihasilkan sebuah negara dalam satu periode (tahun). "Kita jangan kufur nikmat, kalau diberi kenikmatan pertumbuhan ekonomi di atas 5 alhamdulillah disyukuri," tukas Jokowi.

Indonesia memang jauh lebih baik dibanding banyak negara-negara di dunia, termasuk dalam kelompok G20. Secara year on year, Tiongkok turun dari 6,7 persen menjadi 6,5 persen; AS juga hanya tumbuh 3 persen; dan Jepang tumbuh cuma 1 persen.

Atau bila dibandingkan negara-negara Asean, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih baik. Singapura, misalnya, hanya tumbuh 2,2 persen --masih di bawah prediksi 2,4 persen dari jajak pendapat Reuters (h/t Financial Times).

Perekonomian global yang melambat juga membuat banyak negara tak mampu mencapai target pertumbuhan. Myanmar, misalnya, hanya tumbuh 5,9 persen, turun dari 6,4 persen secara year on year.

Financial Times menilai ekonomi Indonesia tumbuh paling cepat dalam setengah dekade pada 2018. Padahal jajak pendapat Reuters memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,15 persen.

Padahal itu semua diraih saat pasar ekspor sedang melemah dan menyusut. Alhasil, sejumlah analis memprediksi perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh di kisaran 5 persen pada 2019.

"Kami perkirakan PDB Indonesia akan tumbuh dengan mudah pada 2019 walau perekonomian dunia melambat," ujar analis Krystal Tan and Khoon Goh dari Bank ANZ yang memprediksi pertumbuhan 5,4 persen pada 2019.

Bloomberg menilai Indonesia mampu bertahan di tengah ketidakpastian dan pergerakan lambat ekonomi global yang melambat. Bahkan ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan tercepat dalam kwartal terakhir sejak 2013.

Pertumbuhan 5,17 persen (versi Bloomberg adalah 5,18 persen) yang dicatat Indonesia jauh di atas prediksi para ekonom dalam survei; 5,1 persen. Kuncinya ada pada pendapatan serta konsumsi rumah tangga dan ekspor Indonesia.

Hal itu pula yang disampaikan Jokowi. "Kuncinya kan cuma dua; mendorong ekspor sebanyak-banyaknya dan mengurangi impor.

"Kami mendorong barang-barang subtitusi impor agar diproduksi di dalam negeri. Lalu investasi sebesar-besarnya dengan menyederhanakan berbagai perizinan di pusat dan di daerah," ucap Jokowi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR