INDUSTRI PARIWISATA

Kunjungan wisman terdampak Ramadan dan tiket mahal

Wisatawan mancanegara menikmati pemandangan pedesaan sawah berundak (terasering) di Desa Tegallalang, Gianyar, Bali, Senin (1/10).
Wisatawan mancanegara menikmati pemandangan pedesaan sawah berundak (terasering) di Desa Tegallalang, Gianyar, Bali, Senin (1/10). | Fikri Yusuf /ANTARA FOTO

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Mei 2019. Ramadan dan melonjaknya harga tiket adalah dua penyebabnya.

Jika April 2019 ada 1,34 juta kunjungan wisman ke Indonesia, pada Mei 2019 angkanya hanya 1,26 juta. Tepatnya turun 3,19 persen.

"Terjadi penurunan pada Mei 2019 karena musiman, di mana Mei 2019 ini Ramadan-nya hampir full dari awal sampai akhir bulan," ujar Kepala BPS, Suhariyanto, Senin (1/7).

Pun demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018, angka kunjungan wisman pada Mei 2019 justru naik. Meski hanya 1,10 persen.

"Secara kumulatif Januari hingga Mei 2019, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 6,37 juta kunjungan atau naik 2,70 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama di 2018 yang berjumlah 6,20 juta kunjungan," Suhariyanto memaparkan.

Data BPS memperlihatkan, meski tren kunjungan wisman cenderung naik, setidaknya sejak Maret 2019 angkanya terus turun.

Topik mahalnya tiket pesawat menghangat sejak awal 2019. Sementara, wisman yang melancong ke tanah air paling banyak melalui pintu masuk udara. Tepatnya 3,69 juta kunjungan.

"Jumlah wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui jalur udara mencapai 3,69 juta kunjungan, jalur laut 1,72 juta kunjungan dan jalur darat sebesar 960,43 ribu kunjungan," terang Suhariyanto.

Melonjaknya harga tiket pesawat, kata Suhariyanto, mengakibatkan wisman yang berkunjung lewat pintu masuk udara pada Mei 2019 turun 11,37 persen jika dibandingkan dengan Mei 2018.

Persentase penurunan tertinggi ada di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat mencapai 62,18 persen, Bandara Juanda, Jawa Timur 40,18 persen dan Bandara Ahmad Yani, Jawa Tengah 37,84 persen. Penurunan terendah terjadi di Bandara Ngurah Rai, Bali sebesar 7,70 persen.

Tak semua pintu masuk udara mengalami penurunan jumlah kunjungan wisman. Di 7 pintu masuk udara, jumlahnya justru bertambah pada Mei 2019.

Paling tinggi di Bandara Sultan Badarudin II, Sumatra Selatan sebesar 95,25 persen, dan kenaikan paling rendah terjadi di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara sebesar 3,72 persen.

Membandingkan angka kunjungan wisman lewat pintu masuk udara pada bulan April dan Mei 2019, jumlahnya turun 7,75 persen. Ini terjadi di hampir seluruh bandara.

Penurunan terbesar terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat sebesar 45,52 persen, penurunan paling kecil terjadi di Bandara Sultan Badarudin II, Sumatra Selatan sebesar 1,89 persen. Kunjungan wisman tercatat mengalami kenaikan hanya di Bandara Ngurah Rai, Bali sebesar 2,02 persen.

Dibandingkan dengan kunjungan wisman melalui pintu darat pada Januari hingga Mei 2018, BPS mencatat penurunan 10,03 persen pada periode Januari hingga Mei 2019.

Jika tahun lalu jumlahnya 1,06 juta kunjungan, tahun 2019 tercatat hanya 960 ribu saja. Penurunan terbesar terjadi di Jayapura, hingga 59,08 persen.

Beralih dari udara dan darat, rupanya wisman memilih pintu masuk laut. Sejak Januari sampai Mei 2019, jumlahnya mencapai 1,72 juta kunjungan, meningkat 37,13 persen dibanding periode sama tahun 2018.

Kunjungan wisman sepanjang Mei 2019 mencapai 1,26 juta kunjugan. Wisman terbanyak, sebesar 252,8 ribu atau 20,12 persen, berasal dari Malaysia.

Wisman terbanyak kedua berasal dari Tiongkok sebesar 165,1 ribu (13,14 persen), disusul Singapura dengan 136,3 ribu (10,85 persen), Australia 108,1 ribu (8,60 persen), dan Timor Leste 100,3 ribu (7,99 persen).

Sementara, berdasarkan wilayah, wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki kenaikan paling tinggi dibanding Mei 2018, yakni sebesar 20,20 persen. Sebaliknya, penurunan tertinggi terjadi pada wisman yang datang dari wilayah Timur Tengah, yaitu sebesar 13,84 persen.

Catatan redaksi: Jumlah wisman yang berkunjung pada April 2018 adalah 1,34 juta orang, bukan 1,24 juta orang seperti tertulis sebelumnya.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR