SOROTAN MEDIA

Lagi, BMKG bantah hoaks kemarau panjang

Petugas mengamati panci pengukur penguapan (Evaporimeter) di laboratorium terbuka BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Serang, di Serang, Banten, Jumat (30/8/2019)
Petugas mengamati panci pengukur penguapan (Evaporimeter) di laboratorium terbuka BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Serang, di Serang, Banten, Jumat (30/8/2019) | Asep Fathulrahman /Antara Foto

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah isu kemarau panjang hingga 2022. Isu itu beredar lewat video bertajuk "BMKG 'Global warming 2019-2022' , Jika Benar Tahun Ini Maka Dajjal Tidak Lama Lagi Akan Keluar".

Video tersebut menyatakan sumber data berasal dari BMKG, bahkan dari BMKG Eropa. Namun, klaim itu dibantah. BMKG memprakirakan tidak ada potensi anomali iklim yang berdampak pada curah hujan di wilayah Indonesia pada 2020. Pun tidak teridentifikasi akan terjadi el-Nino kuat, atau kemarau panjang hingga 2022.

Isu seperti ini sudah berkali-kali tersebar lewat jejaring media sosial, sejak beberapa tahun belakangan. BMKG pun hampir setiap tahun selalu membantah isu yang dinilai meresahkan tersebut. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan fenomena atau gejala anomali iklim melalui kanal resmi BMKG.

Ringkasan

  • Sebuah video pada akun YouTube menyatakan bahwa BMKG memprediksi adanya kekeringan panjang bertahun-tahun dan potensi El Nino pada 2020.
  • Video tersebut mengaitkannya dengan bukti tanda-tanda kedatangan Dajjal yang berdasar dari Hadist dan Al-Qur'an.
  • BMKG membantah prediksi "Global Warming 2019-2020" di YouTube tersebut, yang dikaitkan dengan kekeringan panjang dan El Nino pada 2020.
  • BMKG menegaskan, instansinya tidak pernah memprediksi adanya anomali iklim dan tidak teridentifikasi akan terjadi El-Nino kuat pada 2020.
  • Isu seperti ini sudah berkali-kali tersebar lewat jejaring media sosial dalam beberapa tahun belakangan. BMKG pun hampir setiap tahun membantahnya.
  • BMKG telah mengeluarkan prediksi musim hujan pada 2019 ini dan banyak daerah yang sudah memasuki musim hujan.
  • BMKG memperkirakan musim kemarau dimulai sekitar April-Mei hingga Oktober 2020, kecuali Aceh, Sumatera Utara dan Riau pada Februari-Maret 2020.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh antaranews.com dengan 8 pemberitaan, diikuti peringkat kedua klikbabel.com dengan 3 pemberitaan. selanjutnya covesia.com dengan 2 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 10:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 01:00 WIB dengan total 6 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh suarasurabaya.net dengan 479 interaksi, diikuti peringkat kedua cnnindonesia.com dengan 154 interaksi. Selanjutnya liputan6.com dengan 16 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR