Awan panas Gunung Sinabung tewaskan 6 orang

Gunung Sinabung saat menyemburkan awan panas di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis, 12 November 2015. Aktivitas Gunung tersebut hingga saat ini masih fluktuatif.
Gunung Sinabung saat menyemburkan awan panas di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis, 12 November 2015. Aktivitas Gunung tersebut hingga saat ini masih fluktuatif. | Yuan Adriles /Tempo

Gunung Sinabung yang terletak di Sumatera Utara kembali bergolak. Sabtu (21/5/2016) pukul 16.48, gunung itu kembali memuntahkan awan panas. Akibatnya, berdasar data sementara yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Sumatera Utara, awan panas itu menyebabkan 6 orang tewas dan 3 orang kritis.

Keenam korban tewas itu yakni Karman Milala (60), Irwansyah Sembiring (17), Nantin Br. Sitepu (54), Leo Perangin-angin, Ngulik Ginting, dan Ersada Ginting (55). Sedangkan korban luka adalah Brahim Sembiring (57), Cahaya Sembiring (75), dan Cahaya br Tarigan (45).

"Semua korban adalah warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo yang berada di zona merah saat Gunung Sinabung meletus," demikian pernyataan resmi BPBD Sumatera Utara seperti dikutip BBC Indonesia.

Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah. Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

(PVMBG), warga dilarang beraktivitas karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, lapilli, abu pekat, dan material lain dari erupsi.

Sayangnya, warga tak menghiraukan rekomendasi itu. Karena alasan ekonomi, mereka tetap nekat berladang.

Hingga saat ini, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho,

tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan, dan masyarakat terus melakukan pencarian korban. Tim, kata dia, menyisir rumah dan kebun masyarakat.

Menurut Sutopo, hingga saat ini aktivitas vulkanik Sinabung masih tinggi. "Awan panas ini merupakan campuran material berukuran debu hingga blok bersuhu lebih dari 700 derajat Celsius yang meluncur dengan kecepatan bisa di atas 100 kilometer per jam," kata Sutopo.

Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.451 meter ini tercatat tidak pernah meletus sejak 1600. Namun, pada 2010 gunung mulai batuk-batuk.

Letuas pada 29 Agustus 2010 membuat status gunung ini dinyatakan awas. Sejak saat itu pemerintah terus mengevakuasi penduduk yang ada di sektar gunung itu ke 8 lokasi penampungan.

Pada 2014 sebanyak 1.683 KK (4.967 jiwa) masyarakat di 4 desa harus direlokasi tahap kedua yaitu dari Desa Gamber, Kuta Tonggal, Gurukinayan, dan Berastepu. Sambil menunggu proses relokasi, masyarakat pun ditempatkan di hunian sementara.

Namun, menurut BNPB, "Adanya keterbatasan lahan menyebabkan relokasi tidak dapat dilakukan secara cepat."

Sejumlah warga berusaha memadamkan pohon yang terbakar dampak awan panas erupsi Gunung Sinabung, di Desa Gamber, Karo, Sumatera Utara, Minggu (21/5). Erupsi Gunung Sinabung disertai awan panas yang terjadi Minggu menyebabkan tiga orang tewas empat lainnya kritis.
Sejumlah warga berusaha memadamkan pohon yang terbakar dampak awan panas erupsi Gunung Sinabung, di Desa Gamber, Karo, Sumatera Utara, Minggu (21/5). Erupsi Gunung Sinabung disertai awan panas yang terjadi Minggu menyebabkan tiga orang tewas empat lainnya kritis. | Maz Yons /ANTARA FOTO
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR