SOROTAN MEDIA

Demi penyederhanaan, AI gantikan birokrat?

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil (kanan) usai pembukaan Rakernas Kementerian ATR/BPN di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/2/2019)
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil (kanan) usai pembukaan Rakernas Kementerian ATR/BPN di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/2/2019) | Akbar Nugroho Gumay /Antara Foto

Pemangkasan jabatan eselon III dan IV memunculkan wacana penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau mesin dengan kecerdasan buatan. Ide ini muncul demi penyederhanaan birokrasi, yang berulang kali disuarakan Presiden Joko Widodo.

Jokowi telah menerbitkan Surat Edaran (SE) 393/2019 tentang Langkah Strategis dan Konkret Penyederhanaan Birokrasi yang diteken pada 13 November 2019 lalu. Kementerian PAN dan RB akan memulai penyederhanaan eselon tersebut.

Sementara, DPR RI meminta Jokowi menjelaskan grand design ide dimaksud. Menurut anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali, reformasi birokrasi bukan sekadar memangkas pejabat, tapi berprinsip "miskin struktur kaya fungsi".

Ringkasan

  • Presiden Jokowi mengaku akan memangka pejabat eselon III-IV dan mengganti mereka dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
  • Jokowi percaya pelayanan yang ruwet, yang berbelit-belit, dan yang menyulitkan rakyat, harus dipangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi.
  • Komisi II DPR RI meminta Jokowi menjelaskan dahulu grand design dari rencana itu. Sejumlah anggota DPR sudah menyampaikan sikap skeptisisme mereka.
  • Menurut Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali, reformasi birokrasi lebih pada penataan ulang secara keseluruhan namun tidak mengurangi tanggung jawab.
  • Mardani tak mempermasalahkan bila nantinya kecerdasan buatan akan menganti pejabat eselon III-IV.
  • sedangkan Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mengkritik Jokowi yang dinilainya tak fokus pada permasalahan Indonesia saat ini.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 6 pemberitaan, diikuti peringkat kedua suara.com dan rancah.com dengan 2 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 10:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 01:00 WIB dengan total 10 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam | Robotorial /Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh papuakini.co dengan 790 interaksi, diikuti peringkat kedua detik.com dengan 181 interaksi. Selanjutnya rancah.com dengan 36 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook | Robotorial /https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR