TATA KOTA

Langkah Ridwan Kamil dalam rencana revitalisasi Kalimalang

Dua orang anak berenang di Kali Malang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (12/9/2018). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan  revitalisasi Kali Malang akan selesai pada akhir 2019.
Dua orang anak berenang di Kali Malang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (12/9/2018). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan revitalisasi Kali Malang akan selesai pada akhir 2019. | Risky Andrianto /Antara Foto

Gubernur Jawa Barat, Ridwan "Emil" Kamil, maju selangkah dalam rencana revitalisasi Kalimalang di Bekasi. Revitalisasi sungai yang menjadi saluran sumber air untuk warga Jakarta itu dibidik selesai pada akhir 2019.

Saat ini, rencana itu sudah masuk tahap desain. Emil, sapaan akrabnya, menyatakan pekerjaan desain akan selesai dalam 100 hari pertama jabatannya. Dengan begitu, desain bakal selesai sekitar Januari 2019 karena Emil dilantik menjadi gubernur pada 5 September lalu.

"Desain akan selesai di 100 hari program saya, anggaran sudah disiapkan tahun depan sehingga bisa dilelang awal tahun (2019). Jadi tahun baruan warga Bekasi bisa dirayakan di situ," ujar Ridwan di Bandung, Kamis (27/9/2018), seperti dilansir VIVA.

Soal revitalisasi Kalimalang, mantan Wali Kota Bandung itu juga sempat mengungkapkannya melalui unggahan Instagram, Kamis (27/9). Emil menunjukkan perbandingan desain pemandangan "sebelum" dan "sesudah" revitalisasi.

Revitalisasi Kalimalang masuk dalam rencana kerja Emil menyusul impian Presiden Joko "Jokowi" Widodo memiliki sungai di Indonesia secantik Sungai Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan. Impian itu dilontarkan Jokowi di sela kunjungan ke Korea pada awal September (11/9).

Selain Emil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyatakan niatnya untuk menjawab impian Jokowi dengan mempercantik Sungai Ciliwung. Meski begitu, belum diketahui rencana detail Anies dalam revitalisasi Sungai Ciliwung, termasuk areanya.

Adapun proyek revitalisasi ala Emil akan diperkirakan memakan biaya Rp50 miliar. Revitalisasi dilakukan dalam empat zona dan tentu saja hanya di bagian Bekasi karena sebagian alirannya masuk wilayah DKI Jakarta.

Dalam empat zona itu terdapat ruang seni, wisata sungai, fasilitas olahraga, dan fasilitas umum ramah anak. Empat zona itu antara lain, seperti ditulis Bisnis.com; adalah di gerbang tol Bekasi Timur, dekat kampus Universitas Islam 45, dan dekat Hotel Horison.

Emil pun terus melakukan koordinasi soal ini dengan Wali Kota Bekasi. Dan paling penting, lanjut Emil, revitalisasi tak mengganggu fungsi sungai yang menjadi sumber air bersih (PDAM) untuk kebutuhan warga Jakarta.

Lantaran sifatnya yang jadi sumber air, kualitas lingkungan di Kalimalang relatif bersih. Emil menyatakan Kalimalang tidak tercemar limbah.

"...Kalimalang ini bukan sungai, tapi saluran irigasi sumber air minumnya orang Jakarta dari Jatiluhur. Jadi artinya tidak pernah banjir, karena volumenya selalu diatur secara engineering," tutur Emil.

Di sisi lain, Sofian Sibarani--arsitek dari URBAN+ yang dipercaya menangani desain revitalisasi Kalimalang, mengatakan pihaknya sudah melakukan riset tiga pekan lalu. Hasilnya, kemungkinan besar proyek akan dimulai dari gerbang tol Bekasi Barat hingga gerbang tol Bekasi Timur.

"...kira-kira panjangnya 5,6 kilometer," katanya dikutip Kompas.com.

Bagi Emil, revitalisasi fasilitas publik bukan hal baru. Saat menjadi Wali Kota Bandung, pejabat berlatar arsitektur ini beberapa kali membuat taman yang asri dan tematik.

Antara lain Taman Jomblo, Taman Superhero, Taman Dewi Sartika, dan Taman Badak. Dua taman yang disebut terakhir, diresmikan pada Desember 2017.

Transportasi impian

Selain revitalisasi sungai, Emil juga punya impian untuk menyediakan jalur air bagi kalangan industri untuk mengangkut kontainer. Lagi-lagi, impian ini diungkapkannya melalui unggahan Instagram.

Emil menyatakan kanal itu akan terletak di Cikarang. Jadi dari kanal itu menuju ke laut, lalu kapal pengangkut kontainer bisa langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok di pesisir Jakarta.

Dengan keberadaan kanal, beban jalan tol Jakarta-Cipularang bisa berkurang drastis karena setiap hari ada 4.000 truk kontainer lalu lalang di sana. "Sedang distudi apakah Kanal Cikarang ini bisa juga sebagai jalur angkutan penumpang manusia menuju Jakarta," tulis Emil.

Ini adalah satu dari sembilan rencana proyek besar transportasi ala Emil di Jawa Barat.

Delapa proyek lainnya adalah membangkitkan empat jalur kereta api Bandung, penambahan landasan pacu Bandara Internasional Kertajati Majalengka, penyediaan road barier di jalur jalur rawan kecelakaan di Jawa Barat, pembangunan bandara di Sukabumi, jalur khusus angkutan tambang di Parung Bogor, jalur kereta ganda Bogor-Sukabumi, terminal Parung, dan pelabuhan Patimban Kabupaten Subang.

Emil mengakui ini semua proyek ambisius. Perkiraan biayanya pun tidak kecil, sekitar Rp300 triliun. Jadi, Emil menyatakan APBD Jawa Barat tak akan sanggup.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR