Lanjutan kasus dugaan aniaya Masinton atas Dita

Masinton Pasaribu dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Masinton Pasaribu dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. | Dhemas Reviyanto Atmodjo /Tempo

Masinton Pasaribu tengah terkait kasus dugaan penganiayaan atas Dita Aditia Ismawati. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu rencananya bakal dilaporkan oleh perempuan yang oleh banyak media disebut sebagai staf ahlinya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Menanggapi agenda tersebut, Wakil Ketua MKD, Junimart Girsang, mengatakan bahwa penganiayaan dapat berujung pada sanksi berat, yakni pemecatan.

"Ya tentu berat lah ya, namanya kan juga penganiayaan. Itu kan tidak berperikemanusiaan. Kalau disebut penganiayaan, apalagi seorang perempuan. Tidak boleh lah," kata Junimart dikutip Detik. Langkah pelaporan itu akan diambil setelah Dita menyambangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik, Senin (1/2). Dalam urusan ini, pelapor akan didampingi oleh kuasa hukum dari LBH Apik, Nursyahbani Katjasungkana.

Setempo dengan pelaporan dugaan pemukulan 21 Januari, Nursyahbani juga bermaksud mengadukan tindakan aniaya yang diduga diarahkan Masinton terhadap Dita pada 17 November 2015.

"Itu (tanggal 21 Januari) tindakan keduanya. Besok akan kami laporkan juga," ujarnya dikutip Tempo.

Tahapan ke MKD hendak dilalui setelah Dita memperkarai Masinton ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian RI pada 30 Januari. Laporan ke Bareskrim, dilansir Kompas, disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DKI Jakarta, Wibi Andrino. Pasalnya, Dita adalah kader DPW Partai Nasdem Jakarta.

Menyambut laporan pihak Dita, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah mengirim surat panggilan kepada pelapor. Jadwalnya: Kamis, 4 Februari. Dita bakal diperiksa sebagai saksi korban dengan fokus penggalian kronologi kejadian.

Ihwal status Dita sebagai staf ahli Masinton sempat dipertanyakan karena ia diketahui berstatus sebagai simpatisan partai lain. Padahal, Hendrawan Supratikno dari Fraksi PDIP mengatakan bahwa fraksinya selalu menekankan staf dan tenaga ahli dari kader partai. Anggota Fraksi PDIP selalu diminta menanyakan kartu keanggotaan partai kepada calon staf dan tenaga ahlinya.

Dalih Masinton berkenaan dengan kondisi tersebut adalah adanya titipan dari seorang kawannya. "Waktu itu ada penambahan aspri (asisten pribadi), kebetulan ada lowongan," kata Masinton. Dalam pengakuannya, pengetahuan bahwa Dita adalah simpatisan Partai NasDem telah digenggam sejak awal. Masinton sudi menerima Dita sebagai asisten pribadi karena bersedia membuat Kartu Tanda Anggota PDIP.

Bagaimana tanggapan partainya mengenai kasus yang menimpa salah satu kader?

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Arif Wibowo, menyatakan bahwa fraksi PDIP berpegang teguh pada keterangan Masinton.

"(Masinton) Sudah dipanggil, kemarin dan hari ini. Prinsipnya, apa yang disampaikan Pak Masinton kami percaya sebagai sesuatu yang benar-benar mewakili fakta yang terjadi," ujarnya kepada Tempo.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR