Lebaran 2017, dari mudik gratis hingga tol darurat

Sejumlah pekerja menggarap pembangunan jembatan layang di Tol Brebes Timur-Pemalang, Desa Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (6/5).
Sejumlah pekerja menggarap pembangunan jembatan layang di Tol Brebes Timur-Pemalang, Desa Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (6/5).
© Oky Lukmansyah /Antara Foto

Tradisi menuju ke udik yang menyembul saban Ramadan nyaris kelar agaknya sulit bikin otoritas pengelolaan jalan dan angkutan mengaso.

Jutaan orang beranjak ke pelbagai kota dalam satu koridor waktu, dan niscaya berujung sejumlah masalah seperti, di antaranya, macet dan kecelakaan di jalan.

Pada 2016, survei yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan Kementerian Perhubungan memproyeksikan bahwa pemudik di tahun dimaksud mencapai lebih dari 25 juta orang, turun 2,54 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Jajak pendapat itu digelar di sembilan kawasan aglomerasi di Jawa dan Sumatra, yang konsentrasi terbesarnya ada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek dengan 13 juta orang.

Sementara untuk tahun ini, jumlah pemudik diprediksi mencapai lebih dari 28 juta orang--9,5 juta di antaranya memakai kendaraan pribadi. Proyeksi itu disampaikan oleh pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, dengan mengutip rencana operasi angkutan lebaran 2017 milik Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Jalur darat untuk nonkereta jelas masih menjadi bintang pembicaraan peristiwa tahunan ini, bahkan hingga 2016 ketika jalan berbayar Pejagan - Brebes Timur didera macet hingga 23 kilometer.

Tahun ini, kemacetan di jalur tol untuk kendaraan menuju timur kemungkinan akan mundur lebih ke barat di ruas Jakarta-Cikampek menyusul pengerjaan proyek infrastruktur transportasi seperti jalan tol Jakarta-Cikampek II (layang), LRT Cawang-Bekasi Timur, dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Meski begitu, perhatian tetap ditujukan ke pintu keluar tol Brebes Timur yang kondang dengan akronim "Brexit" atau "Brebes Exit" pada musim mudik 2017.

"Kami bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Kepolisian akan me-manage besaran lalu lintas atau banyaknya mobil yang akan masuk ke Brexit dengan sistem buka-tutup," begitu kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, seperti ditulis Kompas.com, Kamis (18/5).

Menurutnya, pemerintah pun akan mencegah ruas Cikopo-Palimanan (Cipali)--pintu masuk utama kendaraan dari Jakarta ke arah Pejagan-Brebes Timur--kelebihan kapasitas demi menghindarkan penumpukan di "Brexit".

Di luar itu, ruas Brebes Timur-Pemalang sepertinya juga dapat dioperasikan beberapa hari sebelum Lebaran 2017 meski dalam kondisi darurat.

Ketika melihat perkembangan pembangunan ruas tersebut dengan masuk Jalan Teuku Umar, Tegal, tim Beritagar.id melihat hanya satu kolom jalan telah bersalin wajah dari tanah menjadi beton lapis pertama (lean concrete), yakni yang mengarah ke Pemalang.

"Kayaknya baru sampai Balamoa," ujar seorang petugas yang ditemui di lokasi pada Selasa (16/5) di daerah Adiwerna, Tegal.

Juru bicara PT Waskita Karya, Narendra Bramantyo, dikutip radartegal.com, mengatakan bahwa tiga pintu keluar alternatif ruas Pejagan-Pemalang di Tegal akan disiapkan di Ujungrusi (Adiwerna), Kalimati, dan Balamoa.

"Untuk alternatif selanjutnya ada di wilayah Pemalang area Sewaka menuju arah timur," ujarnya.

Gerbang pengganti itu dibuka bersamaan jika kepadatan arus tidak terbendung.

Pemerintah juga membidik pemudik yang terbiasa melakukan perjalanan dengan menggunakan motor. Bagi mereka, tersedia program "Mudik Gratis" yang digagas oleh Kementerian Perhubungan lewat laman resmi http://mudikgratis.dephub.go.id.

Pendaftaran untuk moda Bus berlangsung pada 18 Mei - 16 Juni. Pendaftaran untuk moda kereta dilaksanakan dengan dua tahap:

Pendaftaran motor (bukan penumpang) secara daring mulai tanggal 15 Februari 2017 s.d 14 Juni 2017

Tahap I akan dimulai pada tanggal 16 Februari s.d. 16 April 2017 dengan mekanisme pendaftaran motor dengan fasilitas kemudahan membeli tiket kereta api sebanyak 3 orang penumpang (2 Dewasa + 1 Anak); Tahap II akan dimulai pada tanggal 17 April s.d. 4 Juli 2017 (daring) dengan mekanisme pendaftaran motor saja.

Pendaftaran untuk moda kapal laut berlaku pada 29 Mei - 12 Juni 2017.

Pendaftaran akan ditutup apabila kuota telah terpenuhi.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.