PEMILU 2019

Lembaga survei bantah tudingan Prabowo

Petugas KPPS menunjukkan surat suara pemilihan calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang sudah tercoblos oleh pemilih ketika melakukan penghitungan surat suara Pemilu 2019 di TPS 05 Sawah Besar, Jakarta, Rabu (17/4/2019).
Petugas KPPS menunjukkan surat suara pemilihan calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang sudah tercoblos oleh pemilih ketika melakukan penghitungan surat suara Pemilu 2019 di TPS 05 Sawah Besar, Jakarta, Rabu (17/4/2019). | Wahyu Putro A /Antara Foto

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menuding sejumlah lembaga survei pembuat hitung cepat (quick count) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 adalah tukang bohong. Ia pun mendapat reaksi keras dari Perhimpunan Survei dan Opini Publik Indonesia (Persepi).

Ketua Persepi, Philips J Vermonte bahkan menantang Prabowo untuk membuka data internalnya. "Yang nyuruh buka data, ini kita buka. Sekarang, yang nyuruh mau buka apa enggak?” ujar Philips di Hotel Morrisey, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019).

Menurut Philips, Ketua Umum Partai Gerindra itu tak menerima hasil quick count yang dibuat sejumlah lembaga survei. Padahal kata dia, setiap lembaga survei memiliki metode dalam merilis quick count.

"Dalam penilaian kami, exit poll dan quick count itu scientific dan ada metodenya, bukan abal-abal atau aktivitas menipu penguin-penguin," tandasnya.

Peneliti Senior Centre for Strategic and International Studies (CSIS) itu berharap, masyarakat tidak mendeligitimasi hasil survei. Dia juga memastikan bahwa quick count yang dilakukan lembaga survei adalah aktivitas yang legal.

"Aktivitas quick count adalah yang legal menurut hukum kepemiluan, mereka berpartisipasi bagi pemilihan umum Indonesia. Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dilarang menyiarkan sebelum jam 3 sore (hari pemilihan) dan itu sudah kami taati," tegas Philips.

Lembaga yang menjadi anggota Persepi sebut Philips, dipastikan memiliki rekam jejak cukup baik, apa yang dilakukan tidak meleset dari hasil akhir perhitungan manual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami tentu saja menghargai bahwa keputusan akhir ada di KPU. Kami juga tidak pernah menyatakan hasil quick count dan exit poll adalah hasil resmi," imbuhnya.

Sebelumnya, Prabowo meluapkan kekesalan dengan menyebut lembaga survei tukang bohong saat memberi sambutan dalam acara syukuran kemenangan di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/4).

Dia mengatakan, lembaga survei abal-abal harus diusir ke Benua Antartika. "Kalian percaya tidak sama lembaga survei abal-abal? Hei tukang bohong, rakyat sudah tak percaya sama kalian. Kalian harus pindah ke negara lain, pindah ke Antartika, di sana kalian bisa bohongi pinguin," ujarnya disambut tawa para pendukungnya.

Prabowo bukan kali pertama menyangsikan hasil quick count dari sejumlah lembaga survei yang menunjukan perolehan suara terbanyak dimiliki rivalnya, pada Pilpres 2014 yang diikuti pasangan capres-cawapres Joko "Jokowi" Widodo-Jusuf "JK" Kalla dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa juga terjadi keriuhan lantaran persoalan serupa.

Lalu, bagaimana perbandingan hitung cepat Pilpres 2014 dengan 2019? Mari kita simak.

1. Litbang Kompas

Pilpres 2014

Jokowi-JK: 52,33 Persen

Prabowo-Hatta: 47,66 Persen

Pilpres 2019 (Suara Masuk 97 Persen)

Jokowi-Maruf: 54,86 Persen

Prabowo-Sandiaga: 45,14 Persen

2. LSI Denny JA

Pilpres 2014

Jokowi-JK: 53,37 Persen

Prabowo-Hatta: 46,63 Persen

Pilpres 2019 (Suara Masuk 99,05 Persen)

Jokowi-Maruf: 53,91 Persen

Prabowo-Sandiaga: 46,09 Persen

3. Saiful Mujani Research Center (SMRC)

Pilpres 2014

Jokowi-JK: 52,91 Persen

Prabowo-Hatta: 47,09 Persen

Pilpres 2019 (Suara Masuk 99,83%.)

Jokowi-Maruf: 54,83 Persen

Prabowo-Sandiaga: 45,17 Persen

4. Poltracking

Pilpres 2014

Jokowi-JK: 53,37 Persen

Prabowo-Hatta: 46,63 Persen

Pilpres 2019 (Suara Masuk 97,30 Persen)

Jokowi-Maruf: 55,21 Persen

Prabowo-Sandiaga: 44,79 Persen

5. Indikator Politik

Pilpres 2014

Jokowi-JK: 52,95 Persen

Prabowo-Hatta: 47,05 Persen

Pilpres 2019 (Suara Masuk 95,70 Persen)

Jokowi-Maruf: 53,91 Persen

Prabowo-Sandiaga: 46,09 Persen

Tim Lokadata Beritagar.id juga merekap perolehan suara pada Pilpres 2014 hingga tingkat kabupaten/kota dalam bentuk grafik:

Seperti diketahui, masing-masing calon presiden telah saling klaim kemenangan dalam Pilpres 2019. Jokowi dan Prabowo sama-sama merasa unggul berdasarkan perolehan suara sementara hitung cepat. Namun, Jokowi dan Prabowo berbeda sikap dalam klaim kemenangan itu.

Buka-bukaan sumber dana

Disinggung tentang pernyataan Juru Bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, yang menantang lembaga survei membuka penyandang dana untuk survei, Persepi mengaku bersedia membukanya.

Namun kata Ketua Persepi Philips J Vermonte, pihaknya bersedia membuka data itu jika pihak BPN Prabowo-Sandi juga bersedia membuka sumber dana hasil surveinya.

"Boleh saja (pendanaan kami dibuka), asal BPN membuka data dan dana dari apa yang mereka lakukan," tegasnya.

Sebelumnya disiarkan Beritasatu.com, Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rossiade meyakini sejumlah lembaga survei tidak mungkin mengeluarkan dana pribadi lembaga untuk melakukan survei besar dalam Pemilu.

Dia beralasan, masyarakat berhak mengetahui asal-usul pendanaan lembaga survei dalam melakukan program mereka.

"Pertanyaan saya, apakah mungkin Saiful Mujani mengeluarkan uang miliaran dari kantong dia sendiri? Apakah mungkin Yunarto Wijaya mengeluarkan uang dari kantong dia sendiri, Burhanuddin Muhtadi mengeluarkan uang dari kantong pribadi dia sendiri?" sebut Andre, Jumat (19/4).

Sementara itu, Pakar Statistika Intitut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Asep Saefuddin meyakini pengelola lembaga survei yang terdaftar di KPU memiliki integritas tinggi dan bekerja secara profesional.

Dia menandaskan, delapan lembaga survei yang melakukan hitung cepat atau quick count pada pesta demokrasi tahun ini bekerja berdasarkan metodologi ilmiah. Dia menyayangkan adanya tudingan melakukan rekayasa.

Menurutnya, hitung cepat dilakukan berbasis ilmu pengetahuan dengan metodologi ilmiah. Hal itulah yang membuat lembaga survei tersebut berani buka-bukaan terkait pemetaan sampel, pemilihan sampel, metologi, serta mekanisme penghitungannya.

"Saya memberikan apresiasi kepada lembaga-lembaga survei tersebut. Itu menunjukkan mereka memiliki integritas tinggi dan profesional," ujar Asep.

Ungkapan senada diucapkan Ketua Dewan Etik Persepi, Prof Dr Hamdi Muluk. Dia menegaskan, hitung cepat adalah pemaparan data yang didasarkan pada ilmu pengetahuan yakni statistika.

Dia menyayangkan adanya tuduhan negatif namun tanpa argumentasi. "Saya percaya pada 22 Mei nanti, saat KPU mengumumkan hasil hitungan manualnya, kebenaran akan menemukan jalannya sendiri," ujar Hamdi.

Rekapitulasi akhir perolehan suara secara nasional akan diumumkan KPU pada 22 Mei nanti, seperti diamanatkan Undang-undang No 7 Tahun 2017. Hasil hitungan riil sementara dapat diakses di laman pemilu2019.kpu.go.id atau Kronik Pilpres 2019 di Beritagar.id.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR