BINCANG MINI

Liliyana Natsir: Saya belum tahu bagaimana jadi ASN

Pebulu tangkis Liliyana Natsir menghapus air mata saat pesta perpisahannya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).
Pebulu tangkis Liliyana Natsir menghapus air mata saat pesta perpisahannya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019). | Hafidz Mubarak A /AntaraFoto

Dari 25 menit pertemuannya dengan Presiden Joko "Jokowi" Widodo, momen yang bakal dikenang Liliyana Natsir untuk seumur hidup mungkin hanya terjadi kurang dari 5 detik.

"Gila...Gila...Akhirnya bisa selfie sama Pak Jokowi," ujar perempuan yang akrab disapa Butet ini dengan muka memerah sambil tak berhenti mengibaskan tangannya. Layaknya fans bertemu idolanya.

Bukan tak pernah bertemu apalagi berfoto dengan Jokowi. Selama ini, foto-fotonya bersama Jokowi selalu bergaya resmi, dalam laga-laga formal. Belum pernah dia mempunyai momen "sesantai" ini bersama orang nomor satu di Indonesia.

Momen pertemuannya dengan Jokowi terjadi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/1/2019). Peraih emas ganda campuran dalam Olimpiade 2016 ini berpamitan dengan Jokowi.

Butet sudah resmi menggantung raketnya. Laga Daihatsu Indonesia Masters 2019, Sabtu pekan lalu, menjadi partisipasi terakhirnya di arena bulu tangkis.

Setelah pensiun, Butet bakal mencoba karier barunya di pemerintahan. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan, Butet resmi lolos ujian calon pegawai negeri sipil (PNS) di kementeriannya.

Butet kemungkinan akan menempati posisi Tenaga Fungsional Kepelatihan dan Atlet Kemenpora. Meski melalui jalur khusus pensiunan atlet, Imam memastikan Butet telah melalui proses seleksi serta ujian kompetensi yang adil.

"Mungkin banyak yang tidak menyangka, ternyata hasil tesnya Butet ini sangat luar biasa. Ini yang harus kita pikirkan, bagaimana Butet bisa mendapat posisi yang layak," kata Imam.

Belum jelas kapan Butet akan mulai berkantor di Jl. Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat. Imam mengatakan kepegawaian Butet masih dalam proses, namun setidaknya paling cepat pertengahan tahun sudah rampung.

Butet belum memikirkan apakah dirinya bakal menjadi pelatih setelah pensiun. Menurutnya, profesi itu membutuhkan komitmen dan totalitas. Kendati demikian, Butet tetap menaruh optimisme tinggi terhadap masa depan bulu tangkis Indonesia.

Usai pertemuan bersama Jokowi, Butet sempat menceritakan harapan dan persiapannya menjadi PNS. Berikut petikannya:

Tadi ketemu Jokowi curhat apa?
Banyaklah. Tapi, yang paling senang tadi akhirnya bisa selfie sama Pak Jokowi. Gila sih, udah lama pengen. Selama ini foto-foto resmi doang, selfie kan belum pernah.

Siap jadi ASN? Kan harus mulai dari nol?
Nanti dibicarakan lagi dengan Pak Menpora (soal jabatan PNS) nanti seperti apa kelanjutannya. Saya juga belum tahu bagaimananya.

Apa tantangan paling berat bulu tangkis di Indonesia?
Sekarang kan sudah merata ya dunia bulu tangkis, bukan hanya di Indonesia, tapi nyaris di seluruh dunia. Jadi memang motivasi serta semangat untuk meningkatkan kemampuan, kerja keras, itu penting.

Saya juga berharap proses regenerasi di bulu tangkis bisa cepat, karena kita lihat persaingan sudah semakin cepat, kita jangan sampai ketinggalan.

Tapi, bibit-bibit unggul itu sudah ada?
Sekarang kita lihat ada The Minions ya, Kevin/Marcus stabil dan selalu memberikan prestasi untuk Indonesia. Saya berharap mereka bisa terus mempertahankan (prestasi). Apalagi yang paling penting nanti di Olimpiade 2020.

Karena, atlet bulu tangkis pasti cita-citanya ingin meraih medali emas di Olimpiade, dan mempertahankannya.

Untuk yang lain mudah-mudahan mereka bisa memotivasi diri, saya rasa belum terlambat karena Olimpiade 2020 kan masih ada satu tahun lebih, jadi dari sekarang harus terus memacu potensi semangat dan kemampuan mereka.

Kalau putri bagaimana?
Kalau kita lihat kan, Fitriani kemarin sudah juara di Thailand. Itu satu prestasi yang bagus, akhirnya kan tunggal putri bisa menyumbangkan juara. Saya berharap dengan juaranya Fitriani kemarin itu bisa memotivasi tunggal putri untuk lebih berprestasi, menambahkan percaya diri mereka.

Favoritnya kan memang ganda putra, ganda campuran, tunggal putri selama ini agak dikesampingkan. Tapi, setelah kemarin lihat Fitriani, saya berharap tunggal tunggal putri yang lain memotivasi diri dan mencontoh. Buktinya Fitriani tembus, tinggal bagaimana mereka berlatih keras.

Apa laga yang paling berkesan?
Olimpiade (Brasil) 2016, karena saya bisa mendapat medali emas dan satu-satunya untuk Indonesia. Kedua, apresiasi pemerintah juga luar biasa. Dari penjemputan, penghargaan, semuanya lah.

Ini bisa jadi contoh untuk adik-adik yang lain, motivasi untuk generasi muda. Kalau bisa bukan cuma olahraga saja, mungkin untuk semua bidang.

Pesaing dari mana yang paling sulit dilawan?
Kalau untuk ganda campuran, masih Cina--terutama lawan saya yang kemarin.

Seberapa sulit?
Sebenarnya bukan seberapa sulit. Sebenarnya kita masih punya kesempatan besar. Masih ada waktu untuk ke olimpiade. Walaupun mereka mendominasi bukan berarti tak bisa dikalahkan. Kalau kita mau dan bekerja keras pasti suatu saat kita bisa mengalahkan mereka.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR